Karo Jujur, Karo Kritis

Kuperdiateken bas milis enda kita Karo umumna bujur, encage kritis ka. Bas praktek, dua kata enda mekatep saling meniadakan. Perbahan bujurna mekatep lupa ia kritis. Gia perbahan kritisna labo erbahan la bujur atau lupa bujurna. Bujurna tetap kang. Maka melala kalak si la bujur memanfaatkan kejujuran kalak bujur. Enda fenomena umum sebelang doni. ‘Dat pelajaren enca tertipu’ ninta biasana. Kalak si bujur dat pelajaren, kalak si la bujur praktekken pemetehna si la bujur, dat untung.

Kekritisan Karo teridah kang sangana Bupati mecat kepala kehutanan Karo, diduga soal kayu raip dari kepolisian. Si kritis la mis tek bage saja man prasat Bupati, terusken lewat hukum gelah jelas kai siterjadi nina. Sebab banci kang kari terjadi Bupati namaken orangnya saja dan mecat yang lama, atau ‘kurang storan’ nina ka deba si kritis. Lit ka si bujur saja, perang lawan korupsi, dukung nina. Lit ka si berpikir dialektis, semua masih akan berubah dan berkembang, perjuangan antara hal-hal bertentangan dalam satu kesatuan. Mengharapkan Bupati konsekwen ‘berperang’ demi keadilan, melala si man perangen, korupsi, judi, pupuk, hasil pertanian merosot, hargapun merosot, AIDS . . . Adi la melala si ndukung Bupati, tonggal ka ia, atau single fighter. Nasib single fighter enggo terkenal bas kita, ertina katepen la ernasib. Maka rame-rame dukung Bupati bas perang enda, gelah berhasil. 

Soal Bangun Ginting (cacat mental) ditangkap polisi jam 11 pagi, lalu dibawa ke RSU sudah payah. Kata polisi ‘dihakimi’ rakyat. Dihakimi rakyat tentu sebelum jam 11, sebelum ditangkap atau ketika ditangkap, sudah babak belur hampir mati, tetapi dibawa ke dokter jam 21 malam (keterangan dr jaga, kata polisi jam 17), baru dibawa ke RSU. Banyak yang  jujur percaya sama keterangan pak polisi. Tetapi banyak juga yang kritis. Orang sudah babak-belur hampir mati logisnya kan dibawa langsung ke ke RSU. Semua masih berkembang, atau masih panjang. . . . soal keadilan jangan diperpendek., nina kalak bujur.

Lalu pak polisi bikin gebrakan baru, kejar penjudi, disambut hangat oleh yang jujur, tetapi disambut kritis oleh Karo kritis, selesaikan dulu soal penganiayaan Bangun Ginting katanya. Kasihan orang tuanya minta keadilan tak digubris, ada juga  minta perhatian sama pak Bupati, karena warganyalah yang disiksa. Pak kepala polisi diharapkan juga kasih sumbangan ikut menjernihkan persoalan, polisi bijak namanya. 

Eak, kuakap kritis dan jujur enda perlu nge rusur, semuanya berkembang. Kelebihenta sebagai mahluk manusia termasuk Karo emkap, sitik atau mbue banci erbahan sumbangan man perubahan ras perkembangan enda ndai, ertina mempercepat, memperlambat dan juga mencari dan menemukan solusi briliant. Jenda me potensi Karo, dibalik semua kejujuran dan kekritisan. Dialektika Karo enda ndai milik Karo, enggo lit nai nari bas Karo sinoria nari pe. Dialektika perubahan pikiran: Tesis-antitesis-syntesis kalak Karo (seh sura-sura tangkel sinanggel). Menggali potensi Karo dalam solusi semua soal, dalam kejujuran, dan kekritisan . . . si tengteng bagepe si la tengteng, saling berjuang dan beroposisi, mendorong perubahan dan perkembangan,  dialektika perubahan dan perkembangan. Siterusken mengembangkan dan memperdalam persoalan ’jujur dan kritis’ .

Enda ka sitik,

Mejuah-juah kita kerina

MUG 

Sumber: http://groups.yahoo.com/group/komunitaskaro/message/19016

About karobukanbatak

Suku Karo adalah suku asli yang mendiami Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Deli Serdang, Kota Binjai, Kabupaten Langkat, Kabupaten Dairi, Kota Medan, dan Kabupaten Aceh Tenggara. Nama suku ini dijadikan salah satu nama kabupaten di salah satu wilayah yang mereka diami (dataran tinggi Karo) yaitu Kabupaten Karo. Suku ini memiliki bahasa sendiri yang disebut Bahasa Karo. Suku Karo mempunyai sebutan sendiri untuk orang Batak yaitu Kalak Teba umumnya untuk Batak Tapanuli. Pakaian adat suku Karo didominasi dengan warna merah serta hitam dan penuh dengan perhiasan emas.
This entry was posted in Opini. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s