Adat Karo Tidak Sama dengan Adat Toba

Penulis memiliki saudara sepupu dari Ibu yang bapaknya adalah orang Batak (Toba), sementara Ibunya yang bersaudara kandung dengan Ibu penulis adalah berasal dari suku Karo. Kebetulan beberapa bulan yang lalu, sepupu penulis tersebut menikah lagi dengan seorang gadis dari Suku Karo dan pesta adatnya sudah dilaksanakan dan berjalan dengan baik.

Selama ini banyak orang menggap bahwa antara Suku Toba (Batak) sama dengan Suku Karo (sama-sama Batak) dan persamaan itu biasana ditelisik dari persamaan adat istiadatnya.

Benarkah demikian? Dari pengalaman penulis, tentu dari pernikahan saudara sepupu penulis sendiri yang sudah berlangsung beberapa bulan yang lalu, terlihat jelas bahwa ternyata adat Toba (Batak) dengan adat Karo itu berbeda. Kenapa berbeda? Berbeda karena pernikahan sepupu penulis itu sendiri dilakukan dengan dua acara adat yang berbeda, yaitu secara adat Toba dan adat Karo.

Sementara kalau memang benar antara adat Toba dengan adat Karo itu sama, maka tentunya tidak perlu melalukan dua acara adat sekaligus, yaitu adat Karo dan adat Toba? Dari sini terlihat bahwa memang benar, antara adat Toba dengan Adat karo dianggap berbeda, sehingga pada pesta pernikahan itu dilaksanakan dengan dua upacara adat yang berbeda.

Mungkin para pembaca sekalian juga pernah melihat pernikahan seperti pada tulisan ini, dimana antara Suku Karo menikah dengan Suku Toba? Bagaimana prosesi acara adatnya apakah sama dengan pengalaman penulis yang tergambar dalam tulisan ini?

About karobukanbatak

Suku Karo adalah suku asli yang mendiami Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Deli Serdang, Kota Binjai, Kabupaten Langkat, Kabupaten Dairi, Kota Medan, dan Kabupaten Aceh Tenggara. Nama suku ini dijadikan salah satu nama kabupaten di salah satu wilayah yang mereka diami (dataran tinggi Karo) yaitu Kabupaten Karo. Suku ini memiliki bahasa sendiri yang disebut Bahasa Karo. Suku Karo mempunyai sebutan sendiri untuk orang Batak yaitu Kalak Teba umumnya untuk Batak Tapanuli. Pakaian adat suku Karo didominasi dengan warna merah serta hitam dan penuh dengan perhiasan emas.
This entry was posted in Adat and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s