Pendiri Kota Medan

Pendiri kota Medan adalah orang Karo yang bernama Guru Patimpus Sembiring Pelawi. Dari penamaannya saja maka sudah terlihat jelas bahwa Guru Patimpus adalah merupakan seorang Karo.

Sekarang mari kita telisik lebih jauh seputar nama Guru Patimpus Sembiring Pelawi ini yang pembahasannya adalah sebagai berikut:

Dalam bahasa Karo arti Guru sendiri bermakna orang yang memiliki kelebihan yang dapat menyumbuhkan penyakit ataupun memiliki kesaktian yang lain yang tidak dimiliki oleh manusia biasa.

Sementara dalam bahasa Karo juga istilah Pa sudah biasa digunakan misalnya untuk seorang pria yang merujuk kepada sifatnya (misalnya orang yang suka bawel atau dalam bahasa Karo “Jungut-Jungut” maka orang tersebut akan disebut sebagai Pa Jungut).

Selain istilah Pa dalam bahasa Karo merujuk kepada panggilan seseorang berdasarkan sifatnya, maka istilah Pa ini juga sering digunakan oleh orang Karo untuk memanggil seseorang yang sudah menikah dan memiliki anak. Biasanya seorang pria yang sudah menikah akan diberi gelar Pa dan diikuti dengan nama anaknya yang tertua. (misalnya kalau seseorang pria tersebut sudah memiliki anak tertua dengan nama Lagan, maka dia akan disebut sebagai Pa Lagan).

Untuk kata Timpus sendiri dalam bahasa Karo diartikan sebagai Sarung yang digantungkan pada pundak seseorang dan sisi lainnya akan berada di sebelah pinggang dengan arah yang berlawanan, bisanya diisi dengan perbekalan dalam perjalanan.

Bila digabungkan antara nama Guru Pa Timpus ini, maka akan bermakna seorang pria yang memiliki kemampuan lebih dibandingkan manusia biasa yang mambawa “Timpus”.

Sekarang mari kita kembali telaah mengenai marga Guru Patimpus, yaitu Sembiring Pelawi. Dari hasil karya ilmiah yang ditulis oleh Fauziyah Astuti Sembiring S.H. dengan judul “PERKAWINAN SEMARGA DALAM KLAN SEMBIRING PADA MASYARAKAT KARO DI KELURAHAN TIGA BINANGA, KECAMATAN TIGA BINANGA,KABUPATEN KARO” terlihat dengan jelas, bahwa kelompok marga Sembiring Pelawi ini berasa dari India (Palawa). Pusat kekuasaan merga Pelawi di wilayah Karo dahulu di Bekancan. Di Bekancan terdapat seorang Raja, yaitu Sierkilep Ngalehi, menurut cerita, daerahnya sampai ke tepi laut di Berandan, seperti Titi Pelawi dan Lau Pelawi.

Dari karya tulisan ilmiah ini maka sudah dapat dipastikan, bahwa Guru Patimpus Sembiring Pelawi tidak mungkin berasal dari Suku lain, selain Karo, sebab Sembiring Pelawi sendiri adalah marga Orang Karo yang asli berasal dari India.

Saat ini Guru Patimpus Sembiring Pelawi sudah diakui sebagai pendiri kota Medan. Pengakuan itu sendiri dikukuhkan dengan dibangunnya monumen Guru Patimpus Sembiring Pelawi di Jalan S. Parman Ujung, Medan.

Adapun rujukan yang menguatkan bahwa Guru Patimpus adalah sebagai pendiri Kota Medan tertuang dalam  hasil penelitian dan perhitungan yang dilakukan Panitia Peneliti Hari Jadi Kota Medan (Panitia Penyusun Sejarah Kota Medan dibentuk berdasarkan SK Walikota Medan 28 Oktober 1971).

About karobukanbatak

Suku Karo adalah suku asli yang mendiami Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Deli Serdang, Kota Binjai, Kabupaten Langkat, Kabupaten Dairi, Kota Medan, dan Kabupaten Aceh Tenggara. Nama suku ini dijadikan salah satu nama kabupaten di salah satu wilayah yang mereka diami (dataran tinggi Karo) yaitu Kabupaten Karo. Suku ini memiliki bahasa sendiri yang disebut Bahasa Karo. Suku Karo mempunyai sebutan sendiri untuk orang Batak yaitu Kalak Teba umumnya untuk Batak Tapanuli. Pakaian adat suku Karo didominasi dengan warna merah serta hitam dan penuh dengan perhiasan emas.
This entry was posted in Opini and tagged , , . Bookmark the permalink.

12 Responses to Pendiri Kota Medan

  1. andreas pelawi says:

    selalu orang Tapanuli itu begitu, karena mereka lebih susah dari orang karo, mereka hanya daerah pertanian (bukan daerah subur), mereka berusaha mencaplok dataran karo menjadi daerah mereka, kepala batu. Menyebut mereka jangan bilang orang batak, karena perkataan batak itu bukan untuk suku, tapi untuk kerajaan BATAK, menyebut mereka harus dengan Tapanuli, karena tapanuli sesuai dengan daerahnya.DEngan perkataan Tapanuli, langsung terus ada terasa pemisahnya dengan perkataan KAro.
    Kalau menyebutnya Batak, mereka sebut juga Karo adalah Batak, jadi ada celah lagi mereka menusuk nusuk dengan persamaan marga, seolah olah merga mereka yang paling unggul.

  2. TIDAKADASUKUBATAK says:

    Kita memang beda, KAMI Khusus Toba Tidak Ada percampuran INDIA sejak jaman Sriwijaya Tapanuli masuk wilayah jajahan mereka, dan dikalahkan oleh kerajaan India setelah itu Tapanuli seluruhnya berada dibawah kekuasaan Chola India yang mengalahkan Sriwijaya ini terbukti ada Prasasti di samosir yang tertuliskan bahasa Tamil yang menyatakan Wilayah ini(TAPANULI) berada dibawah kekuasaan Chola(india), Dan PUAK SUKU TAPANULI yang mempunyai percampuran dengan KELING(Tamil) Yaitu PUAK KARO dan Kita memang berbeda. Lebih Baik Tidak ada Kata BATAK, YANG ADA TOBA,SILINDUNG,DAIRI,MANDAILING,PAK-PAK DLL ! Karena Kita semua Berbeda ! DAN WILAYAH KALIAN JIKA DILIHAT DARI PETA TAPANULI ITU TIDAKLAH BESAR INI BUKTINYA ! SUDAH KAYA KAH KALIAN HAH, ADAKAH KALIAN YANG TERKAYA DI TAPANULI HAI KARO TURUNAN TAMIL !

    buka ini inilah luas wilayah kalian yang kecil berbanding Toba,dan Mandailing !

    http://en.wikipedia.org/wiki/File:Bataks_in_north_sumatra.svg

    • Bintang Meriah nari says:

      hahahahaha…..
      yang anda lihat kan peta sekarang yang telah terjadi pencaplokan wilayah2…
      mari kita belajar sejarah..
      seberapa besar daerah karo terdahulunya…
      ada hal yang lebih bijak untuk kita lakukan, mengkritik bukan dengan bahasa yang kasar dan memicu SARA..
      mari memperkuat persaudaraan kita sesama orang terjajah ini.

  3. TIDAKADASUKUBATAK says:

    Jika dilihat dari sumber wikipedia Nama Batak/Battear/Battas adalah nama yang diberikan oleh orang luar sumatera yang berkunjung ke wilayah tapanuli untuk menandakan suku-suku yang mendiami di pedalaman Tapanuli. dan itu disebut oleh seluruh tokoh luar sumatera yang berkunjung ke Tapanuli seperti Marco Polo(September of 1292) yang menyebut Battas untuk orang-orang Tapanuli, Niccolò de’ Conti(1395–1469) yang menyebut Batech, Franz Wilhelm Junghuhn menyebut Battaer (1840-41), Stamford Raffles yang menyebut Batak (1820). dan Nama Batak ini BUKAN BUATAN ORANG TOBA Melainkan sebutan orang luar sumatra dulu yang pernah berkunjung ke Tapanuli ! Mungkin yang terbaik adalah Nama Batak DITIADAKAN dan lebih terfokus pada puak masing-masing. halo andreas palawi, kau sudah merasa kaya ? jangan kau pikir toba bangga dengan kau karo, dan sekali lagi wilayah kau TIDAK KAYA , NGERTI KAU !

    • Bintang Meriah nari says:

      saya rasa, saya dan anda perlu lebih banyak lagi belajar tentang sejarah…
      Karo itu sendiri terbentang dari langkat sampai dengan serdang bedagai dan lansung berbatasan dengan simalungun….
      Bantu kami untuk mendapatkan hak kami yang telah dirampas oleh negara ini, beruntunglah Orang Toba selalu dekat dengan penguasa sehingga walaupun kabupaten Tapanunuli Utara dimekarkan tetap dengan “identitas” Toba itu sendiri.
      Tidak Seperti orang Karo yang Benje (bahasa karo) dirubah menjadi Binjai
      La Ngangkat (bhs Karo) menjadi Langkat
      Tanjung Merawa (bhs Karo) menjadi Tanjung Morawa..
      kesemua daerah diatas (dengan alasan politis pastinya) mempunyai tujuan untuk memperkecil wilayah ke Karo an itu sendiri, yang mana orang karo tidak menyadarinya, bahkan apabila tersadar telah sedikit terlambat…
      Jadi apabila anda mengatakan Toba lebih kaya Karo lebih miskin saya sepertinya tidak setuju..
      KARENA PADA SAAT INI KITA SEMUA TERJAJAH OLAH KEPENTINGAN

  4. TIDAKADASUKUBATAK says:

    Biar kalian tau, di kawasan sumatera utara yang dibilang kaya adalah daerah yang kaya akan barang tambang ! seperti daerah pangkalan berandan yang kaya akan minyak dan gas bumi ! PT Inalum yang merupakan satu-satunya peleburan almunium di asia tenggara merupakan daerah kabupaten asahan. mayoritas daerah di sumatera utara yang kaya akan minyak dan gas bumi ada di wilayah etnis melayu, ada sedikit cadangan emas yang berada di wilayah Mandailing ! hei karo janganlah menganggap kau kaya, buka matamu ! kawasan toba-samosir walaupun tanahnya kurang subur tetapi kaya akan panas bumi itu dimanfaatkan untuk pembangkit listrik bagi warga disana !

  5. benyamin sembiring says:

    Salam,

    Nampaknya Karo Bukan Batak lebih menambah perpecahan. Perlu dievaluasi caranya. Riset ilmiah akan lebih menjawab.

  6. jhon hutauruc says:

    jhon hutauruc
    ……………………….
    kata batak itulah pemersatu kita….kalak karo dan halak toba inbi di anggap serumpun denga banyak bahasa dan budaya…….contoh,
    pernikahan,
    -kita mengaggap pernikahan si antara kita harus di adatkan/i adatken,,
    -cara menghormati dr pihak ibu[mama/tulang],,
    – merajakan pihak istri kita[kalimbubu/hulahula]
    blom lagi soal bahasa yg sangat banyak berkaitan…………..

  7. anto pelawi says:

    Tidak perlu kita saling merasa sebagai suku yang besar atau kecil, suku yg kaya atau miskin..karena pada kenyataannya kita telah berhasil dijajah bangsa belanda selama tiga setengah abad..itu semua krn sifat kita yg ini yg gampang di adu domba dgn kesombogan diri masing2..akibat kesombongan sprt inilah makanya dulu leluhur kita yg terkenal sakti juga gmpang dihancurkan belanda..APAKAH KALIAN MAU KEBODOHAN SEPERTI INI AKAN TERULANG KEMBALI?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s