Tanah Pinem

Tanah Pinem adalah sebuah nama desa di Kabupaten Dairi. Tanah Pinem juga merupakan sekaligus menjadi nama kecamatan di Kabupaten yang sama. Namun meski kecamatan bernama Tanah Pinem, tapi keberadaan kantor Camatnya bukan berada di desa ini, tapi berada di desa Kuta Buluh yang jaraknya berada kurang lebih 20 km dari Taneh Pinem.

Berikut ini adalah daftar beberapa desa dan dusun yang ada dikecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara:

1. Alur Subur

2. Balan Dua

3. Gunung Tua

4. Harapan

5. Kempawa

– Kuta Nangka

6. Kuta Buluh

7· Kuta Gamber

– Liren

8· Lau Njuhari I

9· Lau Perimbon

– Lau Sungsang

– Tanjong Jati

10.Lau Tawar

11. Liang Jering

12· Mangan Molih

13· Pamah

14· Pasir Mbelang

15· Pasir Tengah

16· Renun

17· Sinar Pagi

18· Suka Dame

19· Tanah Pinem

Adapun penduduk yang tinggal di Kecamatan Tanah Pinem mayoritas adalah Suku Karo. Rata-rata desa yang berada di kecamatan Tanah Pinem juga merupakan desa yang terdiri dari nama-nama Karo, karena memang didirikan oleh orang Karo yang disebut sebagai “Simanteki Kuta”. Sementara untuk desa Taneh Pinem sendiri merupakan desa yang didirikan oleh marga Pinem salah satu sub marga Perangin-Angin di suku Karo.

Meski berada di Kabupaten Dairi, tapi Kecamaten Taneh Pinem juga sering disebut sebagai Tanah Karo (bukan Kabupaten Karo), karena daerah ini merupakan daerah asli Suku Karo yang sudah didiami oleh nenek moyang orang Karo dari jaman penjajahan, hingga saat ini.

Untuk mengidentifikasi Masyarakat Karo yang tinggal di Kecamatan Tanah Pinem, maka mereka sering juga disebut sebagai Masyarakat Karo Baluren.

About karobukanbatak

Suku Karo adalah suku asli yang mendiami Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Deli Serdang, Kota Binjai, Kabupaten Langkat, Kabupaten Dairi, Kota Medan, dan Kabupaten Aceh Tenggara. Nama suku ini dijadikan salah satu nama kabupaten di salah satu wilayah yang mereka diami (dataran tinggi Karo) yaitu Kabupaten Karo. Suku ini memiliki bahasa sendiri yang disebut Bahasa Karo. Suku Karo mempunyai sebutan sendiri untuk orang Batak yaitu Kalak Teba umumnya untuk Batak Tapanuli. Pakaian adat suku Karo didominasi dengan warna merah serta hitam dan penuh dengan perhiasan emas.
This entry was posted in Karo and tagged , , , . Bookmark the permalink.

8 Responses to Tanah Pinem

  1. zebulon parbaju bosi says:

    orang karo itu ya orang karo.. sedangkan orang batak adalah toba tapanuli… sebaiknya agar diproklamirkan bahwa karo itu bukan batak dan disahkan oleh seluruh masyarakat karo seindonesia.. dan mohon supaya buku2 pendidikan yang mengatakan karo adalah batak agar di ubah.. dan GBKP bataknya dicopot,biar gak bingungkan orang lain dan orang karo itu sendiri… dan bagi orang karo diperantauan jgn ngaku2 orang batak.. tetapi perkenalkan lah dirindu sbgai orang karo.. jangan malu dan jangan takut.. njuah juah..

    • BS says:

      Kalau GBKP sepertinya tidak perlu dicopot dan tidak bisa dicopot kata “batak”-nya. Karena, kalau kita kembali ke sejarah penamaan GBKP(bukan GKK: Gereja Kristen Karo), hampir semua yang memotorinya orang-orang yang berjiwa “batak” apakah itu orang batak asli(sprti: Martin Siregar, dkk), misionaris(sprti: Geullume, dll) yang lama tinggal di Tapanuli dan hidup dalam kebatakan yang kental, bahkan orang Karo yang berpendidikan batak. Dan, bahkan sekarang ini, hampir 75% yang bercokol di GBKP jiwa-jiwa batak, apakah itu yang sejati(Toba, Simalungun, Dairi, dan Mandailing), orang Karo+batak(Toba, Simalungun, Dairi, dan Mandailing), yang berpendidikan batak, dan yang menganggap budaya tidak perlu(bukan urusan gereja). Jadi, pastilah mengubah nama GBKP ini lebih susah dibandingkan memasukkan gajah ke lobang jarum. Hehehehe…

  2. MUG says:

    Huruf “B” nya tidak perlu dicabut, tapi diganti denga “Budaya”, jadi Gereja Budaya Karo Protestan. Ini sesuai dengan kenyataan, karena budaya pengunjung gereja itu berbudaya Karo.
    Sejarah adanya dan masuknyahuruf B (Batak) adalah panjang dan kompleks, karena disitu arus pokonya adalah ‘ethnic competition’ tapi secara tersembunyi, artinya orang mengetahui baru 70 th kemudian, diperkuat pula terus menerus dengan hipotese bahwa orang Karo adalah keturunan Siraja Batak. Dimasukkan B pada th 1941.
    Sekarang setelah DNA Karo/Gayo ditemukan di daerah Kebayaken (kebayaken dalam bahasa Karo artinya Kekayaan) yang sudah berumur 7400 th sedangkan Siraja Batak lahirnya abad ke 13, artinya siraja batak itu lahir lebih dari 6000 tahun kemudian setelah adanya masyarakat Karo/Gayo yang relatif sudah maju ketika itu (adanya benda kerajinan tangan bersama fosil itu), maka sudah tak mungkin lagi dipertahankan hipotes lama itu. Praktisnya tidak ada arti dan kegunaan istilah ‘Batak’ di gereja orang Karo, baik bagi orang Batak, bagi orang Karo maupun bagi orang-orang diluar Karo dan Batak hanya akan menyesatkan dan membingungkan.
    MUG

  3. Robin G Munthe says:

    Jadi legenda Siraja Batak otomatis patah alias tidak berlaku bagi orang Karo.

  4. Emmapinen@mail.com Limapuluh says:

    Orang karo dari segi bahasa , lebih dekat dengan suku Sunda . Waktu kuliah dulu pernah saya kumpulkan kata kata dalam bahasa karo yang sama dengan kata dalam bahasa Sunda .Saya temukan lebih dari 250 buah . Sebagai contoh diantaranya : kampuh , terep , manuk manuk , galah , rih , dll.
    Kata kata ini misalnya tidak ada di suku suku lain di Sum.Utara.

  5. Philips says:

    Apakah ada yg mengetahui kerajaan2 yg berhubungan dgn karo? Mungkin juga jika ada catatan mengenai silsilahnya akan lebih baik, jika ada yg punya mungkin bisa di emailkan ke saya: philips.terangterus@gmail.com

    Mungkin juga mengenai kerajaan di sekitar djuhar. Sebelumnya maaf klo salah post

  6. stevenberutu says:

    Pakpak Bukan BaTAK
    jdi
    Orang Batak ngk Usah suruh plomakirkan
    pakpak bukan Batak

    soal nya Yg Tau asal usul kami Pakpak
    adalah Pakpak Buakan Orang batak

    ingan Kami Orang Pakpak Bukan Batak Pakpak

    slm Njuah njuah

  7. Leo Abdi Pinem says:

    Bangga ….
    Ber-Kampung Halaman Di Desa Tanah Pinem

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s