Tanggapan Karo Tentang Pemekaran Sumut

Berikut adalah salah satu berita yang dipublikasikan oleh situs Bisnis Indonesia yang berjudul “Pemekaran Provinsi Sumut segera diwujudkan” dimana dalam tulisan ini juga ada disebut-sebut di Kabupaten Karo akan memekarkan Kota Berastagi. Berikut adalah berita selengkapnya:

Pemekaran Provinsi Sumatra Utara menjadi 3 provinsi akan segera terjadi. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatra Utara berencana menggelar rapat paripurna pemekaran provinsi dan kabupaten/kota yang ada di provinsi tersebut.

Ketua Panitia Khusus Pemekaran DPRD Sumut Alamsyah Hamdani mengatakan rencananya paripurna akan digelar 2 Mei 2011, untuk pemekaran dua provinsi dan beberapa kabupaten/kota yang ada di Provinsi Sumatra Utara.

“Pemekaran untuk provinsi, yakni Provinsi Sumatra Tenggara dan Provinsi Tapanuli. Sedangkan untuk kabupaten/kota diantaranya Kabupaten Karo memekarkan Kota Berastagi,” kata Alamsyah Hamdani di Gedung DPRD Sumatra Utara, hari ini.

Menurut Alamsyah, dari hasil kerja yang dilakukan Pansus Pemekaran, untuk pembentukan provinsi baru sudah memenuhi unsur, seperti calon Provinsi Sumatra Tenggara sudah memenuhi unsur untuk dimekarkan, sedangkan Provinsi Tapanuli merupakan tunggakan dari DPRD periode lalu yang harus diselesaikan oleh pansus.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sumatra Utara Gatot Pujo Nugroho mengaku tidak menginginkan adanya pemekaran di provinsi yang dia pimpin.

Hal ini dikatakannya berdasarkan masyarakat yang sangat ingin keberagaman di Sumut tetap terpelihara dalam satu bingkai yang bernama Provinsi Sumatra Utara. Hal itu ditegaskan Gatot usai upacara peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-15 di kantor Gubernur Sumut kemarin.

“Saya ingin Sumut tetap satu, meskipun dari Kementerian Dalam Negeri mengatakan bahwa Sumut masih dimungkinkan untuk dimekarkan dengan penambahan satu provinsi. Saya tetap menginginkan tidak ada yang dipisahkan di provinsi ini,” ujarnya.

Atas berita tentang pemekaran tersebut, MU Ginting salah seorang aktivis Karo di Dunia Maya dan kini tinggal menetap di Swedia memberikan tanggapan sebagai berikut:

Bagi Karo yang perlu adalah pemekaran daerah-daerah yang lebih ketinggalan seperti Singalorlau, Mardingding, Tanehpinem/Tigalingga, Langkathulu, Delihulu/serdanghulu. Berastagi jauh lebih maju dari daerah-daerah ini, dan Berastagi boleh dimekarkan hanya dalam rangka mendukung pemekaran propinsi Karo. Kalau mekarkan Berastagi tanpa tujuan konkrit diatas, itu namanya ‘ngendekken gendang kalak’ alias bunuh diri. Janganlah ikut bertanding ‘landek’ kalau gendangnya gendang kalak, karena pasti kalahnya.

Protap dan Sumtra semula terdiri dari masing-masing satu kabupaten yaitu Taput dan Tapsel, sama tingkatnya dengan kab Karo. Lalu mereka mekarkan daerah-daerahnya jadi 4-6 kabupaten sehingga sudah cukup mendirikan propinsi (Protap dan Sumtra).  Bupati kedua daerah ini (Taput dan Tapsel) semulanya sangat rela membagi-bagi daerahnya jadi beberapa kabupaten dan bersama memperjuangkannya.  Kelihatan jelas cohesiveness orang Batak dan orang Mandailing + ‘orang dalam’ mereka juga cukup banyak disemua tingkat pemerintahan maupun legislatif termasuk di pusat. Perjuangan mereka mendirikan banyak kabupaten berjalan mulus dan sangat lancar.

Kesulitan kita Karo ialah soal cohesiveness Karo dan minimal ‘orang dalam’. Tapi kita sudah melihat dan mengakui kekurangan kita, dan kita akan terus berjuang. Banyak juga kelebihan kita yang bisa diandalkan sebagai salah satu etnis terkemuka di bumi Indonesia. Juga banyak sekali yang simpati sama kita, termasuk banyak diantara orang-orang Batak dan Mandailing.

Gubsu Gatot kelihatannya mau di uji-coba oleh pihak tertentu seperti ujian bagi alm ex ketua DPRD SUMUT dalam perjuangan sengit etnis-etnis Sumut (ethnicgroups self-assertion and struggling for power). Gatot tidak banyak pengetahuannya tentang perjuangan etnis dan perkembangan etnis dunia. Dia mencoba dengan siasat ‘pintu mati’ dalam menghadapi perjuangan yang bakal sengit. Dimasa lalu bahkan minta korban kematian ketua DPRD Sumut. Bayangan ngeri bagi pak Gatot. Dia harus memberikan kesempatan seluasnya bagi Karo dalam pemekaran daerah-daerah Karo, dan Karo pasti bisa menunjukkan jalan membantu beliau. Karo dan milis Karo berada didepan dalam perjuangan etnis-etnis dunia, dalam perkembangan ethnic revival dan perkembangan cultural revival dunia. Tanpa bantuan  pengetahuan ini dia akan amblas sendiri.

Gamawan Fauzi setelah meloncat ke pusat dan sehari-harinya duduk disamping SBY terpaksa meniup trompet SBY. Ketika di Sumbar dia mekarkan sebanyak mungkin, termasuk Solok sendiri semasa dia jadi bupati disana. Dia tidak mau dikatakan munafik, Sumut boleh tambah satu propinsi katanya. Entah logika apa itu, either/or ?. Gatot lebih ‘maju’, tidak satupun boleh dimekarkan katanya (neither/nor), lebih menyedihkan.

Refrensi:

1. http://www.bisnis.com/ekonomi/makro/21511-pemekaran-provinsi-sumut-segera-diwujudkan

2. http://groups.yahoo.com/group/infokaro/message/4253

About karobukanbatak

Suku Karo adalah suku asli yang mendiami Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Deli Serdang, Kota Binjai, Kabupaten Langkat, Kabupaten Dairi, Kota Medan, dan Kabupaten Aceh Tenggara. Nama suku ini dijadikan salah satu nama kabupaten di salah satu wilayah yang mereka diami (dataran tinggi Karo) yaitu Kabupaten Karo. Suku ini memiliki bahasa sendiri yang disebut Bahasa Karo. Suku Karo mempunyai sebutan sendiri untuk orang Batak yaitu Kalak Teba umumnya untuk Batak Tapanuli. Pakaian adat suku Karo didominasi dengan warna merah serta hitam dan penuh dengan perhiasan emas.
This entry was posted in Opini. Bookmark the permalink.

8 Responses to Tanggapan Karo Tentang Pemekaran Sumut

  1. azis angkat says:

    kenapa anda suka membandingkan karo dan batak..
    saya lihat anda ini rasis sekali, jangan cemburu dengan kemajuan orang toba..
    karo itu adalah sub etnik atau bagian dari orang batak..
    jangan memilah-milah sesuai hati sendiri. dari segi bahasa kita juga hampir sama.
    contoh: kata halak di toba diucapkan jadi kalak di karo..

    coba anda pikir dengan bersih dan jangan berpikir chauvinisme begitu…
    damai itu indah saudaraku..

  2. “kenapa anda suka membandingkan karo dan batak..”

    Jawab: biar orang luar tau bahwa orang karo dan orang batak itu beda.

    “saya lihat anda ini rasis sekali, jangan cemburu dengan kemajuan orang toba..”

    Jawab: dari segi mana anda melihat bahwa saya rasis? adakah saya menjelekkan suku lain di blog ini? saya tidak pernah cemburu dengan kemajuan orang toba, namun apakah langkah saya salah jika saya mau mempromosikan juga suku saya melalui blog ini?

    “karo itu adalah sub etnik atau bagian dari orang batak..”

    Jawab: Itu Kata siapa?

    “jangan memilah-milah sesuai hati sendiri. dari segi bahasa kita juga hampir sama.”

    Jawab: Satu dua kata memang ada persamaan tapi kebanyakannya tidak. Antara bahasa karo dan bahasa balipun ada yang sama satu dua, apakah dengan demikian dapat dikatanan bahwa orang karo sama dengan orang bali?

    Coba anda terjemahkan bahasa karo berikut apakah anda mengerti? “Mari ota ras kita ridi ku lau” dan bila anda mengerti buatlah tulisan ini kedalam versi bahasa batak, dan bandingkan apakah masih sama bahasanya?

  3. alvien says:

    Kalau orang karo tidak mau sebagai batak, biarkan saja. lagian kalau ke luar sumut, mana mana ada orang tahubanyak tentang karo. yang mereka tahu ya Batak (toba). Karo ini, sudah sedikit, ingin memisahkan diri lagi. Lihat saja Batak (toba), di seluruh penjuru pasti ada. Bahkan di tanah Karo sendiri banyak orang toba. Jayalah Batak (toba). Bila melihat orang karo(sebagian lho) dan orang Mandailing(ini juga sebagaian) yg tidak rela disebut sebagai batak, biarkan saja mereka keluar dari suku batak. gak masalah koq. Buat aja keputusan baru; Batak itu terdiri dari Batak Toba, Batak simalungun, Dairi, dan angkola. (Karo dan Mandailing yg tidak rela buang saja ke laut…entah jadi suku apa mereka)

    • @alvien: Kalau orang karo tidak mau sebagai batak, biarkan saja. lagian kalau ke luar sumut, mana mana ada orang tahubanyak tentang karo. yang mereka tahu ya Batak (toba). Karo ini, sudah sedikit, ingin memisahkan diri lagi. Lihat saja Batak (toba)

      Jawab: Kenapa Karo itu tidak dikenal? jawabnya karena Kekaroan itu selalu dibayang-bayangi oleh orang-orang Batak (Toba) dan oleh sebab itu pula makanya mulai sekarang perlu diperkenalkan bahwa Karo bukanlah Batak.

      @alvien:Bila melihat orang karo(sebagian lho) dan orang Mandailing(ini juga sebagaian) yg tidak rela disebut sebagai batak, biarkan saja mereka keluar dari suku batak. gak masalah koq. Buat aja keputusan baru; Batak itu terdiri dari Batak Toba, Batak simalungun, Dairi, dan angkola. (Karo dan Mandailing yg tidak rela buang saja ke laut…entah jadi suku apa mereka)

      Jawab: Dalam komentar diatas anda terlihat sungguh begitu tidak rela jika melepas Karo dari bagian Batak. Ada apa ini? So… kalau anda bilang entah mau jadi suku apa? Itu adalah pernyataan yang sangat aneh, sebab Karo adalah tetap Karo dan bukan Batak, Jawa, dll

  4. bukhori ginting says:

    alvin :(Karo dan Mandailing yg tidak rela buang saja ke laut…entah jadi suku apa mereka)
    jawab: pake otak kalau ngomong.

  5. rijon manalu says:

    saya miris melihat percakapan @karobukan batak dan alvin.
    pikiran saya adalah setiap suku maupun sub suku berhak mencari dan menbangun identitas maupun eksistensi. itu sangat wajar dan bagian dari perkembangan ilmu pengetahuan. saya mendukung karo,mandailing dan lain – lain, membangun eksistensinya. dengan cara yang baik dan benar tanpa merugikan suku atau sub suku lain. dipikiran saya yang ada adalah akan indah keberagaman jika sama sama manghargai dan menghormati. terkait dengan karo,batak toba,mandailing,pakpak,angkola,simalungun. saya punya alasan berdasarkan antropologi sebagai salah satu disipilin ilmu yang diakui, bahwa ke enam itu adalah saudara satu rumpun yakni batak. bahkan ada lagi suku alas dan gayo di aceh tenggara. namun itupun setiap dari mereka berhaknya mengconter jika memiliki argumentasi yang kuat dengan tujuan yang lebih baik pada sukunya atau setidaknya menguntungkan pada mereka.tanpa merugikan suku lain. saya suku batak toba. menganggab ke tujuh sub suku batak adalah saudaraku.dan bagian dari batak. seandainya mereka tidak mau menganggab saya saudara mereka bagiku tidak masalah.
    salam peramaian buat kita semua.

  6. hati2 kata pemekaran itu bisa memecah belah persatuan orang karo. kenali dulu siapa yang berbicara kata pemekaran itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s