Panta Rei Karo

Heraklitos (535 – 475 BC) filosof Yunani kuno menulis Panta Rei yang diterjemahkan artinya “everything flows”. Heraklitos disini menekankan perubahan tak henti-hentinya yang dalam pengertian masa kini bahwa tidak ada yang tetap kecuali perubahan itu sendiri, artinya semuanya berubah atau dalam proses perubahan terus menerus. Contohnya katanya ialah kalau kita mencelupkan kaki yang kedua kalinya kedalam sebuah sungai, sungainya sudah berubah, bukan lagi sungai yang tadinya pertama kali kita celupkan kaki kita. Jelas sungai sudah berubah, airnya bukan lagi air semula.

Heraklitos juga sudah berperasaan bahwa ada kesatuan dari segi-segi bertentangan (unity of opposites). Dia katakan bahwa jalan keatas dan kebawah adalah sama (satu), untuk mengatakan kesatuan dari dua hal bertentangan keatas dan kebawah. Pengertian filosofis Heraklitos jelas sudah sangat tinggi ketika itu, tidak banyak yang mengerti dan mungkin karena itu juga dikatakan dia adalah seorang filosof “The Obscure”, kabur dan gelap. Bahkan ada yang menuduh bahwa dia sengaja ‘menggelapkan’ filsafatnya supaya orang tidak mengerti. Tetapi saya yakin bahwa dia mengerti lebih jelas dari siapapun yang lain, walupun tingkat pemikiran manusia ketika itu masih sangat jauh belum berkembang misalnya kalau dibandingkan dengan pengertian soal hal-hal bertentangan seperti dikatakan Hegel 2000 th kemudian dalam istilah terkenal  thesis-antithesis-synthesis (dialektika pikiran). Demikian juga dalam urutan waktu, pengertian Hegel ini, sekarang (300 th kemudian) sudah semakin lebih dimengerti lagi sehingga istilahnya bisa diganti dengan kata-kata yang sederhana dan gampang dimengerti oleh orang-orang biasa seperti dalam bahasa Karo ‘seh sura-sura tangkel sinanggel’.

Heraklitos menekankan pengertiannya terutama dalam hubungan dengan alam (dialektika alam), walupun dia sudah mempunyai perasaan soal dialektika pikiran, tetapi masih sangat jauh lebih rendah pemahamannya dibandingkan Hegel.

Manusia Karo adalah manusia alamiah yang hidup di alam Sumatra, satu masyarakat dengan daerah sangat luas karena mereka penduduk alam, sejak era primitif sampai kemudian menghadapi pergolakan besar-besaran karena kedatangan gerup manusia lain yang lebih ‘maju’ seperti gerup Hindu/Buddha dan kemudian orang-orang Eropah dan gerup manusa kerajaan-kerajaan islam. Panta Rei Karo dan juga thesis-antithesis-synthesis Karo maupun kebanyakan pepatah dialektis Karo lainnya tidak menggambarkan permusuhan atau interaksi dengan manusia-mansuia yang lebih ‘maju’ ini, shingga juga memperkuat bahwa pikiran-pikiran dialektis Karo ini sudah exis jauh sebelum kedatangan orang-orang ‘maju’ ini.

Panta Rei Karo ‘aras jadi namo, namo jadi aras’  adalah cara pikir Karo Kuno dalam menghadapi serta menggambarkan kehidupan bersama alam. Disini menggambarkan proses yang tak henti-hentinya (sungai, everything flows), dan bahwa hal-hal bertentangan itu berubah jadi lawannya, aras jadi namo dan pada gilirannya jadi aras lagi. Manusia kuno Karo sudah menyatakan perubahan segi-segi bertentangan dengan jelas dibandingkan Yunani Kuno Heraklitos masih dalam ‘perasaan’ dan ‘obscure’. Orang Karo Kuno bisa dipastikan tidak belajar dari Yunani Kuno maupun dair Hegel, mengingat hubungan luar Karo ketika itu belum memenuhi syarat. Jadi dialektika alam pemikiran Karo pasti lahir dimasyarakat kuno Karo sendiri. Begitu juga dialektika pikiran thesis-antithesis-synthesis Karo kuno ‘seh sura-sura tangkel sinanggel’ (lih belajar way of thinking Karo -3), terbentuk dari perjuangan manusia Karo menghadapi rintangan-rintangan dalam kehidupan ketika itu. Perubahan atau pergeseran dari kebahagiaan ke kesusahan dan sebaliknya, disimpulkan dari pahit-getir kehidupan.

Dalam ‘aras jadi namo, namo jadi aras’ menggambarkan dua hal bertentangan tetapi berada dalam satu kesatuan (unity of opposites). Yang deras kontra yang tenang, yang dangkal kontra yang dalam, suara tinggi kontra suara rendah dst. Dan juga dalam aliran (flow), artinya proses yang tak henti-hentinya.

Dalam pepatah Indonesia ‘tong kosong nyaring bunyinya’ menggambarkan kesejajaran atau yang berurutan atau logika. Tong kosong pasti nyaring bunyinya. Pepatah itu tidak menyebutkan tong berisi penuh dan yang bunyinya pasti lain. Jadi pepatah ini tidak menggambarkan dua segi bertentangan, dan juga tidak menggambarkan flow, atau dalam pengetian sekarang bisa dikatakan tidak menggambarkan proses yang dialektis. 

Bagaimana asal usulnya manusia Karo kuno bisa memahami dialektika yang relatif jauh lebih maju dari dialektika alam Heraklitos maupun dari dialektika pikiran Hegel?

Pertanyaan yang masih susah mendapatkan jawaban yang pasti, tetapi hanya bisa sebagai bukti bahwa perkembangan way of thinking manusia Karo Kuno memang sudah relatif lebih tinggi dari cara pikir dalam peradaban lain-lainnya termasuk Yunani Kuno Heraklitos. Sayangnya bukti-bukti yang ada cuma secara lisan, dan kalaupun ada dalam goresan batu, kayu, atau bambu seperti goresan Patimpus tidak mungkin tahan lama.

Catatan:

“Aras jadi namo, namo jadi aras” 

aras = bagian yang deras/dangkal dari sebuah sungai, dan namo (lubuk) adalah bagian yang tenang dan dalam.

Sumber: http://groups.yahoo.com/group/komunitaskaro/message/19204

About karobukanbatak

Suku Karo adalah suku asli yang mendiami Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Deli Serdang, Kota Binjai, Kabupaten Langkat, Kabupaten Dairi, Kota Medan, dan Kabupaten Aceh Tenggara. Nama suku ini dijadikan salah satu nama kabupaten di salah satu wilayah yang mereka diami (dataran tinggi Karo) yaitu Kabupaten Karo. Suku ini memiliki bahasa sendiri yang disebut Bahasa Karo. Suku Karo mempunyai sebutan sendiri untuk orang Batak yaitu Kalak Teba umumnya untuk Batak Tapanuli. Pakaian adat suku Karo didominasi dengan warna merah serta hitam dan penuh dengan perhiasan emas.
This entry was posted in Karo and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s