Renungan Tentang Karo Bukan Batak

1. Kata Horas
– Jika anda mendengar kata “Horas”, maka apa yang ada didalam pikiran anda?

– Jika seorang pejabat datang menghadiri sebuah acara Suku Karo dan penjabat tersebut menyapa “Horas”, maka apa yang akan anda pikirkan?

2. Ulos
– Jika anda mendengar kata “Ulos”, maka apa yang ada dalam pikiran anda?

– Jika sebuah koran atau surat kabar memberitakan tentang acara Suku Karo, dan disana tertulis ada kata memakai “Ulos”, maka apa yang anda pikirkan?

Bukankah kata Horas itu sendiri tidak dikenal dalam Bahasa Karo? Dan bukankah Ulos itu sendiri juga tidak pernah dikenal dalam bahasa Karo?

Mari kita Renungkan Bersama…

About karobukanbatak

Suku Karo adalah suku asli yang mendiami Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Deli Serdang, Kota Binjai, Kabupaten Langkat, Kabupaten Dairi, Kota Medan, dan Kabupaten Aceh Tenggara. Nama suku ini dijadikan salah satu nama kabupaten di salah satu wilayah yang mereka diami (dataran tinggi Karo) yaitu Kabupaten Karo. Suku ini memiliki bahasa sendiri yang disebut Bahasa Karo. Suku Karo mempunyai sebutan sendiri untuk orang Batak yaitu Kalak Teba umumnya untuk Batak Tapanuli. Pakaian adat suku Karo didominasi dengan warna merah serta hitam dan penuh dengan perhiasan emas.
This entry was posted in Opini and tagged , , . Bookmark the permalink.

29 Responses to Renungan Tentang Karo Bukan Batak

  1. Apakah hanya 2 kata itu saja sudah bisa menjadi patokan untuk kita mengambil kesimpulan tidak menjadi bagian dari yang lain?

    Aku berbeda dengan saudara ku yang lain, mereka semua pintar, aku tidak pintar, mereka semua ganteng dan cantik sementara aku tidak, apa itu bisa kujadikan alasan untuk mengatakan bahwa aku tidak anak bapakku?

    Tapi kembali ke pribadi kita masing-masing, mari ambil langkah untuk maju, buatlah perbedaan jadi cambuk untuk kemajuan, bukan untuk perseteruan.

    • – Jaya: Apakah hanya 2 kata itu saja sudah bisa menjadi patokan untuk kita mengambil kesimpulan tidak menjadi bagian dari yang lain?

      Jawab: bukan cuma 2 kata, tapi hampir 85 bahkan 90 persen, bahasa Karo dan bahasa Batak (Toba) itu berbeda. Begitu juga dengan pakaian adat Karo dengan Batak juga berbeda, selain itu tari-tarian dan alat musik Karo dan Batak juga berbeda.

      – Jaya: Aku berbeda dengan saudara ku yang lain, mereka semua pintar, aku tidak pintar, mereka semua ganteng dan cantik sementara aku tidak, apa itu bisa kujadikan alasan untuk mengatakan bahwa aku tidak anak bapakku?

      Jawab: Meski tidak sama pintar dan juga tidak sama cantik/ganteng, tapi kalau namanya sudah saudara pasti memiliki bahasa yang sama, yaitu bahasa ibu. Kenapa bahasa Karo dan bahasa Batak beda? Karena ibu kedua suku ini adalah berbeda atau antara Batak dan Karo bukan terlahir dari satu nenek moyang.

      – Jaya: Tapi kembali ke pribadi kita masing-masing, mari ambil langkah untuk maju, buatlah perbedaan jadi cambuk untuk kemajuan, bukan untuk perseteruan.

      Mencari identitas bukan berarti bermaksud untuk perseteruan, namun bertujuan untuk mencari jati diri Karo dan kemajuan Karo dimasa yang akan datang.

      Bujur……

      • Kalau begitu kondisinya, kita tiadakan saja batak itu?!

        maka akan muncul lagi pernyataan, berarti GBKP itu salah nama dong selama ini?!

        terus akan ada lagi cerita bahwa pembuatan nama GBKP itu telah dipolitisi oleh kelompok tertentu sehingga membuat Karo itu sub dari satu suku bangsa dimana suku bangsa yang lainnya berpotensi untuk menjadi superior bagi suku karo karena mereka terlebih dahulu dikenal dunia luar. dst…dst…
        Dan semua itu masih sangat minim bukti ilmiah, itu semua hanya asumsi. how poor we are..

      • – Jaya: Kalau begitu kondisinya, kita tiadakan saja batak itu?!

        Jawab: Terserah mau ditiadakan atau tidak itu bukan urusan Karo, karena dari awal saja Karo sudah menggap bahwa mereka bukanlah bagian dari Batak.

        – Jaya: maka akan muncul lagi pernyataan, berarti GBKP itu salah nama dong selama ini?!

        Kalau berdebad soal Karo Bukan Batak, maka langsung disebut-sebutkan GBKP-nya. Padahal sudah ada pembahasan mengenai hal tersebut ditulis secara tuntas diblog ini Disini

        – Jaya: Dan semua itu masih sangat minim bukti ilmiah, itu semua hanya asumsi. how poor we are..

        Untuk mempertegas bahwa Karo Bukan Batak bisa anda baca tulisan diblog ini berjudul Karo Bukan Keturunan Si Raja Batak dan tulisan Merga Sembiring setelah anda membaca kedua tulisan tersebut dapatkah anda katakan bahwa fakta ini sebenarnya tidak ilmiah?

  2. mank bner karo tubkan batak…………………………….
    smw na berbeda dari cara adat,hidupnya,sopan berbicara,pembagian letak kehidupan, berbeda semua

  3. Trgn Slgt says:

    -Jaya A saragih :Apakah hanya 2 kata itu saja sudah bisa menjadi patokan untuk kita mengambil kesimpulan tidak menjadi bagian dari yang lain?

    Aku berbeda dengan saudara ku yang lain, mereka semua pintar, aku tidak pintar, mereka semua ganteng dan cantik sementara aku tidak, apa itu bisa kujadikan alasan untuk mengatakan bahwa aku tidak anak bapakku?

    Tapi kembali ke pribadi kita masing-masing, mari ambil langkah untuk maju, buatlah perbedaan jadi cambuk untuk kemajuan, bukan untuk perseteruan.

    Jawab :selamat pagi,mejuah-juah man banta kerina.untuk kesekian kalinya saya membaca blog ini dan terlihat comment senina Jaya masih hangat,sekitar 1 bln lalu (juli),Pertanyaan senina dijawab pemilik Blog Karo bukan Batak dengan cukup memuaskan menurut saya pribadi. Karena setau saya anda bermarga Saragih ( pakai H) itu Simalungun (koreksi bila salah ),
    Lalu iseng2 saya coba klik link nama saudara yg menuju ke Blog pribadi.terdapat beberapa judul post,dan yg cukup menarik perhatian saya adalah ini ;

    http://garamaparleto.blogspot.com/2011/01/batak-kami-simalungun.html

    Batak? Kami Simalungun..!!
    1 Pengantar
    Simalungun, 1945
    Membaca tulisan Sdr Ir Gunawan Napitupulu di harian SIB (meski minus dukungan referensi dan data-data literatur ilmiah) sebagai putera Simalungun asli, saya teringat akan percakapan-percakapan formal maupun informal di masyarakat kita, di mana saudara-saudara etnis Batak Toba sepertinya tidak mampu dan tidak rela menerima dan mengakui “otherness” antara suku bangsa Simalungun dan Batak Toba. Dan supaya Sdr Ir Gunawan Napitupulu ketahui, oleh karena inilah sehingga Pdt. J. Wismar Saragih dan kawan-kawan dalam wadah Comite Na Ra Marpodah Simaloengoen pada tahun 1928 mengadakan perlawanan kultural dan intelektual terhadap pandangan dan kebijakan RMG dengan agency penginjil yang didominasi kaum Kristen Batak Toba yang dirasakan sangat meminggirkan dan merendahkan orang Simalungun yang pandangannya sama persis dengan pandangan Sdr Ir Gunawan Napitupulu.
    Untuk yang satu ini saya anjurkan agar Sdr membaca disertasi Pak Pdt. Dr. J. R. Hutauruk yang sudah diterjemahkan dan diterbitkan BPK Gunung Mulia yang berjudul Kemandirian Gereja juga buku sejarah GKPS yang saya tulis bersama Pdt. Dr. Martin Lukito Sinaga yang berjudul Tole den Timorlanden das Evangelium (Jakarta, 2003). Di kedua buku yang sarat dengan data-data ilmiah itu, dibentangkan bagaimana RMG plus agency Kristen Batak Toba tetap tidak mampu mengakui “otherness”nya etnis Simalungun dari Batak Toba.

    2 Otherness-nya Suku bangsa Simalungun dengan Batak Toba
    ——ISI——-
    2.1 Menurut Sdr Napitupulu, Etnis Simalungun bukan berasal dari India Selatan karena tidak mempunyai dasar sejarah yang sah.
    —–ISI——

    2.2 Mengenai posisi dan pengertian raja di Toba dan Simalungun sebenarnya sangat jauh perbedaanya.
    —–ISI—–

    2.3 Bahasa Simalungun.
    —–ISI———
    2.4 Pengaruh India/Sansekerta melalui Djawa-Hindu dan Pagaruyung pada suku bangsa Simalungun.
    —ISI—
    3 Kesimpulan
    1. Menilik perjalanan sejarah suku bangsa Simalungun, nenek moyang suku bangsa Simalungun asli yang menurunkan marga Sinaga, Saragih, Damanik dan Purba (Sansekerta: “Naga”, “Ragih”, “Manik” dan “Purba”) jelas tidak benar berasal dari Toba Samosir melainkan dari keturunan sekelompok pengembara dari India Selatan (Nagore) yang mendirikan Kerajaan Nagur dinasti Damanik Nagur (500-1295) dan Siam (yang leluhurnya mendirikan Kerajaan Panei, Silou, Tanoh Djawa dan Siantar) yang masuk ke Simalungun via Aceh dan pantai Sumatera Timur. Pada abad ke-15 secara bertahap (bnd. teori sungsang) terjadi perpindahan antara masyarakat Simalungun ke Samosir (legenda sappar) dan menurunkan marga Sinaga, Manik, Purba dan Saragi (menurut sebutan orang Samosir) atau sebaliknya bermigrasi ke Simalungun dan memasuki marga raja-raja tersebut agar dapat memperoleh tanah di Simalungun. Jelasnya, di Simalungun ada dua keturunan nenek moyang, yaitu : Simalungun Tua (Proto Simalungun) dan Simalungun Muda (Deutro Simalungun).
    2. Bahasa dan aksara Simalungun berawal dari bahasa tua (Sansekerta/Pallawa) di India Selatan yang bercampur dengan bahasa Melayu Tua. Sedangkan, aksara Simalungun (surat sapuluhsiah) berasal dari aksara Pallawa yang menurut penelitian Dr Uli Kozok bermula di Padang Lawas (Mandailing) dari sana ke Simalungun kemudian ke Toba dan Dairi dan berakhir di Karo.
    3. Kebudayaan dan adat istiadat Simalungun asli banyak merupakan duplikasi adat dan budaya di India Selatan dan Siam yang pada abad ke XIII dan XIV akibat invasi Singosari dan Madjapahit budaya Jawa-Hindu turut menanamkan pangaruhnya. Pengaruh Melayu Islam dan Aceh masuk kemudian mulai abad XV dan XVIII dan budaya Eropa melalui zending RMG masuk pada permulaan abad XX.
    4. Mengingat banyaknya unsur budaya dan keturunan yang masuk ke Simalungun, sehingga etnis Simalungun tercatat merupakan etnis yang terbuka dengan pendatang (sehingga etnis Simalungun hanya + 20 % saja dari penduduk Kabupaten Simalungun sekarang dan toleransinya tinggi, sepanjang kepentingan dan harkat martabatnya tidak diutak-atik. Sebab suku Simalungun hidup dalam Habonaron do Bona yang menjunjung tinggi kebenaran dan keadilan. D. Penutup Demikianlah tanggapan saya atas bantahan Sdr Gunawan Napitupulu seorang etnis Batak Toba; yang menurut saya cukup “berani” menjelaskan eksistensi suku bangsa Simalungun. Koentjaraningrat begawan antropolog itu menulis, “yang dapat menjelaskan persis ekesistensi suatu suku bangsa adalah suku bangsa itu sendiri, bukan orang lain.”
    Salam Habonaron do Bona.
    Penulis adalah pendeta GKPS dan Pengurus Presidium Partuha Maujana Simalungun di Seksi Sejarah, tinggal di tepian Danau Toba, Tongging Taneh Karo Simalem.
    Pamatangsiantar, 29 Februari 2006
    ==========================================================================

    pada post diatas terlihat semestinya anda sudah paham dengan hal-hal yang berhubungan dengan “kenapa harus bukan Batak”.demikian dahulu.Bujur.

  4. ambia purba says:

    mengapa berdebat kok seperti akan berkelahi saja. Seharusnya kita jawab saja pertanyaan2 berikut: Sebenarnya BATAK itu sebutan untuk siapa? Siapa yg pertama kali menyebut nama BATAK sebagai pengacu untuk memaksudkan suku2 di sekitar danau Toba? Jika BATAK dibuat hanya sebagai penanda utk suku2 di sekitar danau Toba, knp kita mesti berdebat kami BATAK atau bukan? Saya kira pada dasarnya suku BATAK tidak ada. yg ada hanya suku simalungun, karo, toba, mandailing, pakpak, angkola, dll. Jadi jika dikatakan Batak karo, Batak toba, Batak Simalungun, saya kira sah2 saja. karena BATAK hanya sebutan utk menunjukkan kumpulan suku (suku2) yg ada di sekitar danau Toba. Tetapi kalo dikatakan bahwa Karo adalah keturunan org Toba atau Simalungun adalah keturunan org Toba , saya tidak setuju karena pada dasarnya ketiga suku tersebut berbeda. (keculali org simalungun yg bernenekmoyangkan deutero simalungun).
    Dan jika BATAK adalah sebutan untuk menunjuk pd suku2 di sekitar danau toba maka sebutan “SISINGAMANGARAJA sebagai Raja Batak adalah salah. Dan saya setuju akan hal itu. Sisinga mangaraja adalah raja Bakkara bukan raja Batak. tepatnya, Sisingamangaraja adalah raja org2 toba yg ada di Bakkara. Orang Simalungun memiliki raja mereka sendiri, bukan Sisingamangaraja.
    Terimakasih. Diateitupa, Tarimakasih. Horas – menjuah-juah.

  5. rio evendi says:

    saya berkesimpulan bahwa karo dan simalungun bukan suku batak

  6. evran_tarigan says:

    Saya setuju dgn ap yg penulis utarankan, mncari jati diri & indentitas diri bkan brarti mnciptakan prseturuan, jika tdak ad orang2 yg sperti penulis, sya pikir juga tdak prnah wawasan & pengetahuan kita akan terbuka, sejarah akan di anggap selalu benar, jika tdak pernah ad orang yg mncoba mncari apakah yg di katakan benar itu benar-benar “benar” apakah anda setuju dgan ilmu antropologi yg mgatakan bhwa manusia moderen skarang berasal dari manusia sejenis “monyet” saya pikir jika tidak ad lg org-org yg sperti penulis, maka semua akan setuju dgn yg d katakan ilmu antropologi
    Jd soudara Jaya, brsikaplah dewasa dan berpikiran terbuka dalam menyikapi suatu wacana, d dunia ini bgitu bnyak orang melakukan penelitian, untuk mngungkapkan kebenaran, bkan perseteruan, jika anda (soudara jaya) prnah duduk d bngku kuliah anda pasti juga pernah melakukan penelitian, dan anda tau itu untuk ap?
    Justru sy prhatikan tanggapan andalah yg berusaha untuk berseteru
    Shallom

  7. roy van halen says:

    batak itu adalah toba.. sedangkan karo ya karolah,mandailing ya mandailing lah,pakpak ya pakpak.. gitu aja kok repot..

  8. Saya sendiri tidak terlalu paham akan sejarah perjalanan suku-suku bangsa di Indonesia, namun pada akhirnya saya berharap semoga pada akhirnya tulisan-tulisan ini bisa mencerdaskan anak-anak bangsa akan identitasnya sendiri, tapi harus tetap digarisbawahi, adalah tanggung jawab kita untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

  9. Horas !
    hehehehhe….saya tertawa dengan postingan diatas semua yang mengatakan bahwa anda bukan Batak !!, hanya Tobalha yang batak !!, anda salah BESAR !!.
    pertanyaan saya Kenapa anda mengaakan anda BUkan Batak ???
    specially untuk Simalungun, dan Mandailing Ucapan selamat saja sudah sama yaitu (Horas), adat istiadat hampir sama( Dalihan Natolu), aksra kitapun hampirsama (Lihat aksara Batak), Bahasa Toba=Mandailing ( jika aku ketemu mandailing pake bahasa Toba mereka rata2 juga mengerti, demikian juga dengan Simalungun dan sebaliknya ).
    JUSTRU HARUSNYA anda MARAH BESARRRRRR !!! Jika tidak disebut BATAK !!! INGAT ini.
    DEMIKIAN juga dengan orang Karo ?? ada apa ?? kenapa anda jadi berubah ?? jadi bukan orang Batak Karo lagi ?? siapa yang mendeklarasikan anda bukan Batak !!, atau sejarah mana yang anda baca ??
    hanya karena beda bahasa lalu anda mengatakan saya bukan Batak !!, anda siapa ??.
    lalu kalau semua Batak mengatakan demikian TOBA juga mengatakan saya bukan Batak saya TOBA atau saya orang TAPANULI?? lalu siapa yang BATAK ???.

    BATAK ADALAH SEBUAH ATRIBUT, yang didalamnya da Toba, Simalungun,Karo,Mandailing dan Pak-pak.
    BATAK ADALAH JIWA,
    BATAK ADALAH DARAH,
    BATAK ADALAH KESATUAN,
    BATAK ADALAH SIMBOL KERJA KERAS DAN CERDAS !!

    bagi anda yang berkata saya bukan BATAK !!, juga adalah hak anda !, berarti andan diluar presur berjiwa satu( menjaga kesatuan) berdarah satu ( menganggab saudara) serta cerdas dan kerja keras !!.

    tidak ada peguyuban seperti penguyuban BATAK dimuka bumi ini !!!
    tidak ada adat seperti adat Batak dimuka Bumi ini hanya dan hanya jika orang Batak !
    tidak ada persaudaraan seerat Batak dimuka Bumi ini : Sinaga di Toba dengan Sinaga di Jepbaguwe adalah sedarah !, Ginting di Kuta Buluh dengan Ginting di Spanyol juga sedarah !,
    purba di sarIbU dolok dengan purba di Toba dan di Amsterdam juga sedarah.

    SO …..SIAPA yang orang BATAK ??
    hanya karena ada sinaga lahir di spanyol dan berbahasa spanyol saya sebut bukan saudara saya ?? TENTU TIDAK !!

    so !!. ingat Batak bukan….TOBA !!, tetapi saya Lebih bangga disebut orang Batak dari pada TOBA, karena kalau Batak berarti menyandang banyak arti seperti diatas !!.
    ini yang dapat saya sampaikan semoga bermanfaat.
    Horas, Mejuah-juah.

    • kalau anda lebih senang disebut sebagai orang Batak ya silahkan karena itu adalah hak anda pribadi. Namun anda juga harus menghormati orang lain (khususnya kami orang Karo) yang tidak mengaku sebagai Batak.

  10. oh iya Khusus yang posting dari Simalungun !
    sebaiknya banyak besahabat dan bertanya !, simalungun itu adalah pemekaran( perantauan ) orang Toba !!.
    Saya punya temen banyak orang simalungun( T. Jawa , H. Gaol, S. Dolok, Raya ) kebetulan bermarga Sinaga dan Sitopu, berdasarkan cerita mereka nenek moyang mereka adalah pendatang di simalungun !.

  11. Hesperonesia says:

    saya banyak melihat gerakan ‘karo bukan batak ‘ di berbagai situs internet, yang membingungkan tidak semua karo menerima karo lepas dari batak, dan tidak semua orang batak ingin lepas dari karo… lebih baik kita dukung saja gerakan ‘karo bukan batak’ ini agar tetapi konsolidasi di mulai dari komunitas karo sendiri …. tenang saja, saya orang batak yang mendukung gerakan ini, saya juga akan mendukung setiap situs yang menyatakan ‘karo bukan batak’ ….

    • salam mejuah-juah rikut ras ikataken kami bujur melala ibas dukungenndu mpal🙂

      • Hesperonesia says:

        saya bukan orang karo .. orang tua ssaya asli dari toba damn samosir … enaknya mungkin pakai bahasa indonesia aja ya .. biar saya mengerti .. piss

      • Mery says:

        Menurut buku sejarah yang saya baca, bahwa yang termasuk Batak itu adalah: Simalungun, Karo, Toba, Pakpak, Mandailing. jadi kenapa kita selalu permasalahkan itu,
        Apakah kita malu berdarah batak?
        Orang batak harga dirinya sangat tinggi. pekerja keras. selalu bangkit, tidak loyo.
        jadi kalau ada yang malu dan merasa tidak senang dipanggil sebagai batak, silahkan.
        bagi suku karo, adatnya saja hampir sama dengan toba yaitu: kalau karo “Anak Beru” toba: Anak Boru. didalam peradatan.
        kalau tutur bahasa karo ” ada juga bahasanya kasar dan ada juga lembut tergantung daerahnya” begitu juga dengan Toba ” ada bahasanaya kasar dan lembut tergantung daerahnya”.
        jadi apalagi yang diperdebatkan? bergandengan tanganlah kita untuk bersatu bukan memisahkan diri.

      • Dengan “bayang-bayang” batak, maka identitas kekaroan itu semakin memudar. Seperti akhir-akhir ini di media massa, uis karo disebut ulos, landek karo disebut manortor, dan masih banyak hal-hal lainnya yang akan semakin kabur, seiring karo masih terus berada dibawah “bayang-bayang” batak itu

  12. bastanta says:

    hesperonesia….aku coba translate..
    salam mejuah-juah…sekaligus ucapan terima kasih atas dukungan anda lae…:)

  13. bastanta says:

    perdebatan diatas dapat disimpulkan bahwa…kata ‘BATAK’ mengarah kepada ‘julukan’…’panggilan’… ‘istilah’….kepada orang2 ‘inlander’ / pedalaman yg tidak menganut agama islam..(catatan marcopolo)….dimana orang2 pedalamn itu sendiri ternyata bukan hanya terdiri dari satu suku saja,namun terdiri dari beberapa suku yg terdiri dari karo,toba,simalungun,pakpak (maaf apakah dairi sm dgn pakpak…mohon pencerahan),mandailing……..
    setiap suku diatas tersebut mempunyai budaya yg berbeda….baik dalam hal bahasa,adat,pakaian adat dsb…adapun kesamaan diantara mereka cthnya bahasa adalah hal yg wajar karena mereka tsb adalah tetangga…sehingga ada unsur penyerapan bahasa oleh setiap suku terhadap bahasa suku yg lain agar kosakata suku itu semakin lengkap…

    perdebatan ini bukan sarana untuk memecah belah diantara kita masyarakat sumatera utara….namun sebagai sarana untuk mencari jati diri masing2 suku yang selama ini terkesan ditutup-tutupi oleh para penguasa….sebagai cara mereka menaklukkan suatu bangsa….

    janganlah kita mengklaim bahwa sumatera utara khususnya medan bisa maju dan besar karena hasil kerja suku tertentu saja,….ingat!!!! sumatera utara khususnya medan dhuni oleh banyak suku bangsa,,,,ada karo,toba,simalungun,pakpak,mandailing,nias,melayu,aceh,arab,chinese,….dll…smua berperan dalam perkembangan daerah ini….!!!
    paham yang mengunggulkan kesukuannya/bangsanya adalah tipe orang2 yg harus dibawa ke psikiater……bahaya bagi masa depan sumatera utara khususnya dan NKRI …!!!!

    perbedaan bukan untuk memecah belah..namun sebagai kekayaan yg harus tetap dijaga dan dilestarikan…itu adalah warisan nenek moyang kita yg paling berharga….

    salam sejahtera…
    damai negeriku…

  14. roy van halen says:

    karo itu bukan orang batak sebab nenek moyang mereka berasal dari india.. bahasanya jga mirip orang india tamil.. jga adatnya mirip2 india.. orang batak hanya orang toba,silindung,humbang ,samosir dan hasundutan..

  15. roy simatupang says:

    hai orang karo simalungun mandailing dan pakpak.. kalian bukan orang batak.. ingat nenek morang kalian berasal dari india.. wajah kalianpun mirip india atau arab,bahasa dan sifat kalian juga mirip india dan arab..adat istiadat dan pakaian tradisional klien jga gak jau beda dengan india tamil.. sedangkan orang batak adalah toba samosir humbang silindung dan angkola..

  16. van hilton simatupang says:

    satu lagi,marga kalian juga banyak di temukan di india.. seperti marga sembiring dan ginting banyak ditenukan di new delhi dan madrash,jga marga sinaga,purba,damanik simalung juga terdapat di sekitar daerah bollywood india, landek karo mirip tari india.. jadi benarlah karo,simalungun nenek moyangnya berasal dari india.. jadi sangat jelas karo simalungun bukanlah batak.. sedangkan orang batak adalah toba,humbang,hasundutan,silindung dan parsamosir.. camkan itu frend..

  17. Sigura-Gura Gelap Gulita says:

    Banyak yang menyebut SUKU BATAK adalah orang tinggal menempati DANAU TOBA. Bila dilihat di peta, daerah yang ada di sekitar Kawasan Danau Toba adalah: 1. Dairi, Karo, Simalungun, Toba Hasundutan, Samosir.

    Harapan saya sebagai salah satu kesimpulan dari pedebatan ini adalah yang disebut Batak adalah yang mendiami sekitar kawasan Danau Toba.

    Semoga dengan segera ada kesimpulannya.

  18. Amir K. says:

    Saya bangga disebut Suku Bangsa Batak, dan banyak dari etnik Karo, Mandailing, Simalungun tidak mau dan malu mengakuinya Suku Bangsa Batak kemungkinan benar adanya karena ybs benar-benar keturunan orang lain cuma ybs telah lama tinggal di Tanah Karo, di Tapsel, di Mandailing Natal atau di Simalungun.

  19. Lamhot says:

    Dengan ini kami mensosialisasikan pengertian kata “Horas” supaya saudara seprovinsi, sepulau, senegara, sebenua dan sedunia dapat mengerti dikarenakan kata tersebut sangat sering diucapkan dalam pergaulan sehari-hari. Horas itu artinya adalah:
    1. Selamat, sapaan ucapan selamat dalam kondisi dan dalam situasi apapun.
    misalnya Selamat datang, selamat bertemu, selamat berjuang, selamat berpisah, selamat mengarungi hidup baru, selamat bekerja, dll;
    2. Selamat, dalam dalam sapaan yang berhubungan dengan waktu. Misalnya: Selamat pagi, selamat siang, selamat malam, dll.

    Jadi pengertian kata horas adalah tidak lain tidak bukan adalah: Assalam Walaikum dalam Bahasa Arab; Syalom dalam bahasa Ibrani; Salam sejahtera dalam Bahasa Indonesia.

  20. wakhinuddin says:

    Cuma…. kok banyak persamaannya (dari aspek apapun), ketimbang perbedaannya……!!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s