Batak Sebagai Organisasi dan Strategi

‘Batak’ adalah organisasi nina Alexander Firdaust. ‘Batak’ adalah ‘a strategy to maximize economic advantage and emphasize their unique self-worth’ nina professor LY Andaya (Univerisitas Hawai). Enda me dua kesimpulen terakhir bas milista. Jadi Batak’ adalah satu organisasi untuk menjalankan satu strategy.

Lanai melala si meragukan kesimpulan enda bas kita Karo bagepe diluar Karo. Tapi perlu denga rusur sikembangken gelah muat mantapna man banta bagepe man jelma diluar Karo.

“Yang penting tidak dalam tendensi permusuhan dan tetap dalam semangat ‘kita semua bersaudara'” nina Eddy. Payo tuhu. Kalimat enda tetap nge jadi pedomanta janah jadi dasarta erbahan inisiatif janah enggo ka situduhken kita konsekwen ndalankenca. Persahabatan dan persaudaraan si enggo sitonjolken rusur, enda me kapken, atas dasar memperkuat harga diri (self-worth) kalak Karo salu mempopulerkan ras memmpertahankan jati dirina (identity Karo).

Dengan demikian juga persahabatan/persaudaraan akan tambah erat sebab semakin saling mengenal. Bagaimana bersahabat dengan orang yang tak kita kenal jati dirinya? Disamping itu kita juga harus mengenal dan mempelajari taktik dan strategy masing-masing dalam persaingan antar etnis yang semakin sengit.

Sudah terlalu lama kita pura-pura tidak mengerti soal ini atau pura-pura tidak mengakuinya. Kesalahan besar, tapi kita sudah memperbaikinya dan bahkan mengembangkannya sudah sampai ketingkat yang memuaskan sekarang ini.

Sumber: http://groups.yahoo.com/group/tanahkaro/message/34502

About karobukanbatak

Suku Karo adalah suku asli yang mendiami Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Deli Serdang, Kota Binjai, Kabupaten Langkat, Kabupaten Dairi, Kota Medan, dan Kabupaten Aceh Tenggara. Nama suku ini dijadikan salah satu nama kabupaten di salah satu wilayah yang mereka diami (dataran tinggi Karo) yaitu Kabupaten Karo. Suku ini memiliki bahasa sendiri yang disebut Bahasa Karo. Suku Karo mempunyai sebutan sendiri untuk orang Batak yaitu Kalak Teba umumnya untuk Batak Tapanuli. Pakaian adat suku Karo didominasi dengan warna merah serta hitam dan penuh dengan perhiasan emas.
This entry was posted in Opini and tagged , . Bookmark the permalink.

5 Responses to Batak Sebagai Organisasi dan Strategi

  1. setelah membaca tulisan ini aku jadi semakin bingung, siapa yang membuat nama batak itu dan siapa sebenarnya batak itu?

    ‘a strategy to maximize economic advantage and emphasize their unique self-worth’ siapa mereka? bukankah kita yang simalungun, karo dan yang lain punya kesempatan yang sama dengan mereka untuk memanfaatkan kata batak itu untuk maximaze economic adventage? hmmmmm….

    • Dalam organisasi biasana yang mendapatkan keuntungan yang paling besar adalah para pengurus-pengurusnya, khususna dalam Batak ini, maka pengurusnya adalah orang Toba, jelas bahwa dari berbagai literatur tentang ke-Batakan yang sering kita baca, bahwa Toba adalah anak yang paling tertua, dan tentunya merekalah yang menggap diri paling berkuasa.

  2. Batak=Darah=Satu !!
    saya sudah memberikan masukan di topik yang berdeda dalam forum ini mengenai “Batak”, selama Ciri orang yang disebut “BATAK” yalah : SEMARGA = SATU DARAH !!, ibu berdaudara = SATU DARAH. kalau menganut itu semua dia adalah Keturunan Batak.
    Karena setahu saya “Batak ” adalah sebuah aturan yang tidak tertulis yang turun temurun….maka jika aturan “BATAK” kita lakukan maka kita disebut orang Batak, jika kita melakukan aturan sesuai dengan Pancasila kita juga bisa disebut orang Pacasilais.

    • Jafar Umar says:

      Banyak Pihak yang membingungkan tentang penyebutan Batak seperti:
      1. Menyebut Batak: Tidak berbudaya, liar dan Kanibal. Bila dilihat perilaku Orang Batak yang ada saat ini, sangat berbeda dan jauh dari sifat-sifat yang disebutkan tersebut.
      2. Menyebut Batak: Kalak Teba umumnya Batak Tapanuli;
      Sangat membingunkan juga, karena selama ini yang termasuk Batak adalah: Batak Karo, Batak Simalungun, Batak Mandailing, Batak Angkola, Batak Pakpak (Dairi) dan Batak Toba sedangkan Batak Tapanuli tidak pernah ada; Meskipun ada sebahagian pihak dari Karo dan Mandailing menolak disebut Batak.
      3. Adalagi yang menyimpulkan bahwa yang disebut Batak adalah Toba. Juga sangat membingungkan juga karena dengan sangat jelas ybs menampikkan Etnik Batak lainnya.

  3. Amir K. says:

    Dijaman Globalisasi, Reformasi dan Otonomisasi ini untuk penonjolan Ras, Etnis dan penonjolan harga diri sebagai strategi berorganisasi tidak akan eksis lagi. Karena tetap akan kalah dalam jumlah. Hal demikian dapat dilihat pada beberapa proses organisasi dan perpolitikan saat ini, berkoalisi agar mendapat dukungan. Kalau tidak, akan tidak eksis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s