Pemekaran Berastagi

Inilah tanggapan Malem Ukur Ginting (MUG), salah seorang aktivis Karo di internet dan kini tinggal di Swedia tentang pemekaran Berastagi yang belakangan beritanya kembali mengemuka di media massa:

Pemekaran Berastagi semata-mata untuk pisah dari kab Karo adalah bunuh diri bagi Karo Enda Ndai. Tetapi dalam rangka survival Karo perlu pemekaran untuk mempersiapkan pemekaran propinsi Karo. Untuk melengkapi persiapan propinsi ini perlu dimekarkan lebih dahulu Singalorlau, Mardinding, Langkathulu, Deli dan Serdanghulu serta Dairi Karo Tanehpinem-Tigalingga.

Setelah propinsi ini tercapai baru tak ada persoalan pemekaran Berastagi. Kalau tidak begitu, pemekaran Berastagi saja, berarti hanya membiarkan satu lagi daerah Karo dipisahkan dari tanah ulayat Karo mengingat penduduk pendatang orang Batak dll yang sudah berjubel di Berastagi. Sudah cukup banyak daerah Karo dipisahkan dari Karo, sudah cukup.

Sekarang harus ada usaha sebaliknya, mengumpulkan dan menyatukan lagi semua daerah-daerah Karo yang sudah sempat diserahkan dibawah kekuasaan orang lain sejak kolonial terus ke era Orla, Orba dan bahkan masih diera reformasi seperti 9 desa Bangunpurba. Orang-orang Karo harus waspada terhadap agenda tersembunyi gerombolan pendatang dalam era perjuangan dan persaingan etnis dunia.

Pemekaran yang kita harus dukung ialah yang menyangkut survival Karo sebagai satu entity kultur yang tak terpisahkan dari daerahnya. Daerah Karo adalah bagian integral dari budaya dan kultur Karo. Pemekaran harus dalam rangka memperkuat identity Karo, kehilangan daerah adalah fatal bagi Karo, kita sudah merasakan kehilangan banyak daerah.

Tanpa daerah yang utuh tak ada identity yang utuh! Tanpa daerah utuh dan kuat, tak akan ada lagi yang mengakui jati diri Karo. Orang harus punya rumah yang kuat dan utuh. Propinsi Karo adalah penyelamat yang serius, adil dan tak merugikan siapa-siapa kecuali yang menginginkan kehancuran Karo.

Sumber: http://groups.yahoo.com/group/komunitaskaro/message/20459

About karobukanbatak

Suku Karo adalah suku asli yang mendiami Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Deli Serdang, Kota Binjai, Kabupaten Langkat, Kabupaten Dairi, Kota Medan, dan Kabupaten Aceh Tenggara. Nama suku ini dijadikan salah satu nama kabupaten di salah satu wilayah yang mereka diami (dataran tinggi Karo) yaitu Kabupaten Karo. Suku ini memiliki bahasa sendiri yang disebut Bahasa Karo. Suku Karo mempunyai sebutan sendiri untuk orang Batak yaitu Kalak Teba umumnya untuk Batak Tapanuli. Pakaian adat suku Karo didominasi dengan warna merah serta hitam dan penuh dengan perhiasan emas.
This entry was posted in Opini and tagged , , . Bookmark the permalink.

9 Responses to Pemekaran Berastagi

  1. Kenedy Sinuhaji says:

    Ketika menemukan Sumatera, Marcopolo mengatakan bahwa di sudah menemukan “paradise”, Eden, taman buatan Tuhan. Kekayaan keindahan Sumatera, banyak terdapat di Tanah Karo. Khususnya Berastagi, Gunung Sibayak, Gunung Sinabung, Tongging dan warna-warni bunga dan buah dari hasil ladang Tanak Karo.
    Bicara Pemekaran Berastagi, lepas dari Tanah Karo bagaikan suami yang membiarkan istrinya di rawat orang lain supaya cantik, tapi akhirnya sang suami “lanai tampil”, “can not afford” untuk menikmatinya. Hati-hati, ada banyak investor yang melihat potensi Berastagi; ditangan mereka Berastagi bisa jadi tempat wisata “Cantik ” Modern berskala Internasional, tapi tidak ada gunanya (benefitnya) bagi Tanah Karo, karena warga Karo akhirnya tidak sanggub untuk menikmatinya. Mau masuk pintunya di jaga Sat-Pam atau Sat-Gas.

  2. Jangan memprovokasi kalak karo yg sdh aman dan nyaman dg dangkalnya pengetahuan kalian semua apalagi bawa2 nama dari belanda.., coba lakukan penelitian yg ilmiah… jgn asal bicara KALAU ASAL semua orang jg bisa..kita semua bersaudara jd jangan dipecah belah spt politik BELANDA….
    ..

  3. BS says:

    Berastagi NO! Singalor Lau TIDAK, DELI jangan! Mungkin kalau namanya Kuta Karo Simalem , Karo Gugung(Karo Julu), Karo Deli(Karo Dusun/Karo Jahe) saya MENDUKUNG? Sebab, perhatikan Langkat, Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, dan Binjai… perhatikan posisi Karo di wilayah-wilayah itu sekarang! “BAGI BELO LA ERTANGKE” erkiteken magis KARO kurang kuat disana bahkan sudah pudar! Tetapi adi misalken Kab. Karo Deli, Kab. Karo Langkat, Karo Binge, Karo Jahe, atau Kotdya Kuta Karo Simalem…. dari namanya saja tidak ada yang bisa pungkiri kalau itu tanahnya orang Karo! Me Bage? Jadi sekali lagi katakan selamat tinggal untuk kotamadiya Berastagi dan Welcome untuk Kotamadya Kuta Karo Simalem.!

    Selanjutnya, saya curiga adanya PENYUSUP-PENYUSUP yang mengemban MISI RAHASIA yang awal-awalnya seakan-akan menguatkan eksistensi Karo, namun selanjutnya dengan alasan NASIONALISME, GLOBALISASI, dan ERA DEMOKRASI secara extrem akan menyingkirkan KARO itu! Nggit kena bage.? Jadi, WASPADA Projek Kodya. BERASTAGI, Kab. Singalor Lau, Kab. Deli. Tapi adi Kodya Kuta Karo Simalem(Kuta Karo), Karo Julu(Karo Gugung), atau Karo Deli(Karo Dusun/Karo Jahe) mari kita sama-sama mendukung dan memperjuangkannya! Mejuah-juah!

  4. BS says:

    KALAU INGIN MEKAR HENDAKNYA MEMILIKI TUJUAN YANG LEBIH BERAS. LANG PE KAB. KARO oh naring nge i akui Taneh Karo, e pe enggo ka kari reh sitikna. TAPI ADI TUJUNNA LEBIH BESAR, MISALKEN untuk memenuhi KUOTA syarat pembentuken Provinsi ya, perlu si pikiri ka. MISALKAN ingin membentuk Provinsi Karo( Prov. Taneh Karo Simalem, atau prov. HARU). ITU BARU JITU nande-bapa! E, lang! Kita kalak Karo e labo nambahi, tapi erlumba ergabi.! Emang HARTA WARISAN.?

  5. kanda ginsu says:

    jika kotamadya itu tujuannya untuk pembangunan saya kira itu omong kosong saja, dari SD sampai tamat kuliah yg saya dengar dari kampanya tak pernah jelek-jelek tp hasilnya keserakahan yg ada yg mengakibatkan KKN, timbulnya raja-raja kecil. Jadi pembentukan kotamadya itu untuk pembangunan itu kurang enak kedengarannya, apa mesti dengan kotamadya pembangunannya maju? jika sudah niat dan dengan kebersamaan pembangunan itu akan maju tanpa embel-embel kotamadya itu aja kok repot……thx

  6. karodis says:

    lebih sepakat dengan SUMTIM, ketimbang Propinsi Karo. Bila perlu wacanakan kembali NST

  7. ajuansyahputra surbakti says:

    setuju skali pembentukan propinsi tanah karo dan org karo harus tampil memajukan daerahx, ingat sejarah kerajaan aru/haru/karo pernah termasyhur di internasional dicatat dlm perjalanan marcopolo,itsing dan ibnu batutah.

  8. ajuansyahputra surbakti says:

    setuju pembentukan provinsi tanah karo, ingat sejarah kerajaan aru/hari/karo termashur di dunia internasional tercatat dlm tulisan perjalanan marcopolo, itshing, dan ibnu batutah. Aru/Haru/karo lbh dulu dikenal dunia drpd indonesia.

  9. ula terprovokasi oleh politik mekar .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s