Soal Nama Bandara, Karo Tidak Mendukung Batak

Apa nama bandara baru di Kuala Namo Deliserdang yang bakal ditabalkan? Sejauh ini masih dalam perdebatan. Namun setidaknya sejauh ini sudah ada 5 nama yang masuk ke Tim Inventarisasi Usulan Nama Bandar Udara di Kualanamu. Beberapa nama tersebut diantaranya adalah Bandara Sultan Serdang, Bandara Kualanamu, Bandara Raja Sisingamangaraja XII, Bandara Haji Adam Malik, dan Bandara Tengku Amir Hamzah.

Dari kelima nama yang sudah masuk ke Tim Inventarisasi Usulan Nama Bandar Udara di Kualanamu salah satunya adalah nama Raja Sisingamangaraja XII yang juga merupakan sosok pahlawan Nasional dari Sumatera Utara, tepatnya dari daerah Batak. Nama Raja Sisingamangaraja XII ini diusulkan menjadi nama bandar udara baru oleh Parsadaan Pomparan Ni Raja Sonak Malela Anak Dohot Boruna Medan sekitarnya dengan alasan pahlawan nasional, memiliki semangat nasionalisme dan nilai historis yang tinggi.

Orang Karo yang selama ini disebut-sebut sebagai bagian dari orang Batak justru tidak mendukung tokoh Tanah Batak Sisingmaraja ini menjadi nama bandara baru di Kuala Namu kelak. Orang Karo cenderung lebih memilih mendukung usulan nama bandara yang diusulkan oleh Bupati Deliserdang, yaitu Kuala Namu.

Sejauh ini sebuah group disitus jejaring sosial Facebook dengan halaman “Warga Karo Dukung Nama Bandara Kuala Namu” telah memiliki sekitar 3.400 anggota. Tentu keberadaan group tersebut dimaksudkan untuk mewakili apresiasi warga masyarakat Karo secara umum untuk penamaan nama bandara Kuala Namu nantinya.

Dengan fenomena warga Karo yang tidak mendukung nama Raja Sisingamangaraja XII menjadi nama bandara baru di Kuala Namu ini, maka penulis teringat pula dengan peristiwa tahun 1988 yang lalu. Saat itu warga Karo juga menolak dengan keras penamaan Taman Hutan Rakyat (Tahura) yang berada di desa Tongkoh, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo yang hendak akan diganti menjadi Taman Hutan Raya Sisingamangaraja XII.

Dengan kedua fenomena ini tentunya ada sedikit tersirat kesan dan pesan, bahwa secara nyata warga Karo memang tidak mengakui diri mereka sebagai bagian dari orang Batak. Bila mereka memang benar orang Batak, maka tentunya warga Karo akan mendukung penamaan Raja Sisingamangaraja XII menjadi nama bandara baru dan juga nama Tahura, sebab seperti diketahui Sisingamangaraja XII merupakan sosok Pahlawan Nasional dari Sumatera Utara atau tepatnya dari Tanah Batak.

About karobukanbatak

Suku Karo adalah suku asli yang mendiami Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Deli Serdang, Kota Binjai, Kabupaten Langkat, Kabupaten Dairi, Kota Medan, dan Kabupaten Aceh Tenggara. Nama suku ini dijadikan salah satu nama kabupaten di salah satu wilayah yang mereka diami (dataran tinggi Karo) yaitu Kabupaten Karo. Suku ini memiliki bahasa sendiri yang disebut Bahasa Karo. Suku Karo mempunyai sebutan sendiri untuk orang Batak yaitu Kalak Teba umumnya untuk Batak Tapanuli. Pakaian adat suku Karo didominasi dengan warna merah serta hitam dan penuh dengan perhiasan emas.
This entry was posted in Opini and tagged . Bookmark the permalink.

12 Responses to Soal Nama Bandara, Karo Tidak Mendukung Batak

  1. MEMBACA DARI OPINI SAUDARA YG TERDAPAT DITOPIK TULISAN SAUDARA TENTANG BATAK ATUPUN SUKU BATAK MENGAPA SAUDARA MENGATAKAN BAHWA KARO TIDAK BERBANGSA BATAK ATUPUN SUKU BATAK SAUDARA MENGAMBIL SUDUT PANDANG YNG SEDIKIT PERSUASIP TENTANG KEJADIAN DARI YG TERJADI BARU-BARU INI BISA DISEBUT KEJADIAN JAMAN KEMERDEKAAN ,ARTINYA SAUDARA MENGKAJI BATAK ITU TERLALU SIMPLE DARI SEJARAH PERJALANAN DAN PENYEBARANYA SEAKAN AKAN BATK ITU LAHIR BARU SEMALAM ,ALNGKAH SAYANGYA KALO SAUDAR MENYATAKAN KARO BUKAN LAH BATAK HANYA DI KARENAKAN KESLAH PAHAMAN TENTAG ARTI BERNEGARA DA BERPOLITIK NAH MARI KITA TINJAU KENAPA ORANG BATAK TOBA DAN ORANG KARO TIDAK PERNAH HARMONIS TENTU ADA APAAYA ( SESUATU TERSELUBUNG SEBUAH KESALAH PAHAMAN DAN PENGERTIAN MUNGKIN TENTANG JABATAN DAN KEDUDUKAN TENTANG KETATNEGARAN PADA DULUNYA ) MUNGKIN, TAPI ADA BAIKYANYA KITA MENGKAJI BATAK TIDAK SEPERTI ITU KARENA ITU BISA SAJA TERJADI PERBEDAAN PAHAM DIDALAM KITA BERSAUDARA KEMUDIAN KITA TIDAK MENGAKUI SAUDARA KITA MEJADI SAUDAR KANDUNG KITA . TETAPI APAPUN ALASANYA BAIKLAH ORANG KARO ITU MEMBUAT JATI DIRI SUPAYA PUNYA IDENTITAS DANTERDAFTAR SECARA RESMI DI NEGARA INI DAN KALO BISA TERDAFTAR DIBADAN “UNESCO” DENGAN DEMIKIAN TIDAK ADA ORANG /PIHAK YG DIRUGIKAN ANTARA DUA BELAH PIHAK ,NAH HAL INI BISA SAJA TERJADI KAREA HIDUP INI /KEHIDUPAN SELALU ADVANCE (MAJU) JADI TIDAKLAH TABU BAGI ORANG KARO MEMBUAT JATI JADIDIRI TERSENDIRI SEBAGAI ORANG KARO ( KARONESSE)BUKAN ORANG BATAK KARO JADI DGN DEMIKIAN KARO BISA PUNYA STATUS BARU TENTANG KESUKUAN DI NEGARA REPUBLIK INI ( INDONESIA ) JGN SUNGKAN SAYA SEBAGAI ORANG BATAK MENGHARGAI NILAI-NILAI BUDAYA OPII/PENDAPAT KAM ,JADI BERGEGASLAH………………

    ( SANGAB PURBA SIGUMONRONG )
    SIMALUNGUN BATAK

  2. teger says:

    Bandara Garamata Bangun, pahlawan nasional juga kn…

  3. Sembiring says:

    Sebenarnya bukan Kuala Namu tapi Kuala Namo. Namo dalam bahasa Karo berarti “lubuk”, tempat ikan berkumpul di sungai. Banyak kampung orang Karo yang memakai nama “Namo” seperti: Namo Rambe, Namo Ukur, Namo Rih, Namo Terasi dan lain sebagainya. Saya sangat setuju nama bandara baru itu dinamakan “Kuala Namo”.

    • Sigura-gura Gelap Gulita. says:

      Pas-pas kan lah disitu bah, “Kuala Namu” yang disebut sejak lama sekarang kau rubah menjadi “Kuala Namo”. Mungkin tidak lama kau akan rubah lagi “Lubuk Pakam” menjadi “Namo Pakam” karena berada di Kabupaten Deli Serdang dan Kuala Tanjung menjadi Namo Tanjung. Terserah kaulah disitu biar puas kau bah.

  4. Apapun namanya harus tetap ciri bahasa Karo contoh Bandara Arih Ersada International Kuala Namo.

  5. Bandara Guru PaTimpus sebagai pendiri kota Medan juga boleh.

  6. Sigura-gura Gelap Gulita. says:

    Nama saya juga Boleh dong: “RAJA PADOHA”, karena uang saya juga termasuk untuk membangun bandara tersebut melalui pajak yang saya setor ke Kas Negara dan kontribusi APBN dari PLTA di Sungai Asahan.

  7. Jamaluddin Lingga says:

    Saya usulkan Nama Pahlawan dari Aceh, karena menurut sejarah Kesultanan Aceh yang mengusir penguasa Semenanjung Malaya dari Kawasan Deli

  8. jon kusumo says:

    saya usul nama : bandara van hilton simatupang. karena beliau banyak sumbang tu dana utk bandara internasionale mean..

  9. Glori Sembiring says:

    Wokwokwokwokwok
    Hepot x batak ini..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s