Gubernur Sumsel Bernyanyi Lagu Batak pada Acara Karo

Perayaan Kerja Tahun Masyarakat Karo di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) berlangsung sangat meriah pada, Kamis (01/08/2013) yang lalu. Selain dihadiri oleh beberapa artis-artis Karo, seperti Harto Tarigan, Anita br Sembiring, dan juga Tio Fanta br Pinem, acara itu juga dihadiri oleh satu tamu kehormatan, yaitu Gubernur Sumsel, Alex Noerdin.

Ilustrasi (A. Depari, Jamburta Merga Silima)

Ilustrasi (A. Depari, Jamburta Merga Silima)

Adapun keberadaan Kerja Tahun Masyarakat Karo di Palembang tersebut juga sangat diapresiasi oleh seluruh lapisan masyarakat Karo, hal itu terlihat dari banyaknya ucapan selamat atas perayaan tersebut yang disampaikan warga Karo diseluruh dunia melalui situs jejaring sosial Facebook.

Seiring dengan kegiatan acara yang terlaksana dengan sukses, namun keberadaan acara ini masih terus menjadi sorotan publik Karo, khususnya ketika Gubernur Sumsel, Alex Noerdin menyanyikan lagu berjudul “Alusi Au (Maragam-Ragam)” yang notebene adalah lagu Toba (Batak) dalam acara ini.

Seperti yang diceritakan oleh beberapa anggota group Jamburta Merga Silima di Facebook, maka pada awalnya sang Gubernur menyambut masyarakat Karo yang hadir pada acara tersebut dengan salam khas Karo, yaitu “Mejuah-Juah”. Salam yang disampaikan oleh Gubernur langsung disambut hadirin dengan antusias yang kemudian dilanjutkan dengan penyampaian ceramah oleh Guburnur.

Setelah selesai menyampaikan ceramahnya, Gubernur Alex Noerdin kemudian ingin bernyanyi lagu Karo. Lagu itu sendiri menurutnya sengaja dipersembahkan untuk menghormati seluruh masyarakat Karo. Tidak lupa juga Gubernur menyampaikan bahwa dia telah diajari bernyanyi Karo oleh beberapa orang khusus, tetapi diantara orang-orang yang disebutkannya bukan berasal dari Suku Karo, tetapi Suku Toba (Batak).

Kemudian Gubernurpun memperkenalkan satu persatu diantara pelatahinya itu kedepan panggung. Pada saat itu panitia acara tampak sedikit agak gugup, sebab sebelumnya tidak ada dalam agenda acara bahwa Gubernur akan menyanyikan sebuah lagu.

Alunan musik intro mulai bergema, selanjutnya terdengarlah suara merdu dari Gubernur menyanyikan lagu “Alusi Au (Maragam-Ragam)”. Dibagian beat musik yang semakin meriah, Gubernurpun tidak lupa mengajak hadirin untuk menari bersama diatas panggung. Pada saat diajak tidak ada seorangpun diantara para hadirin yang beranjak dari tempat duduknya. Gubernurpun akhirnya merasa heran atas kejadian tersebut, kemudian setelah turun dari panggung ada beberapa diantara panitia yang membisikkan kepadanya bahwa dia ternyata sudah salah lagu, dimana lagu yang dia nyanyikan adalah bukan lagu Karo tetapi lagu Batak.

Terkait dengan kesalahan lagu yang dinyanyikan oleh Gubernur dalam acara Karo di Palembang tersebut, sebagian kalangan Karo menuduh bahwa pihak panitialah yang kurang persiapan karena telah kecolongan dengan lagu Batak pada acara Karo itu. Tetapi sebaliknya kebanyakan diantara kalangan Karo di sosial media menggap bahwa pihak yang mengajari Gubernurlah yang sepantasnya ‘dihukum’ dalam kesalahan yang diduga telah disangaja itu.

About karobukanbatak

Suku Karo adalah suku asli yang mendiami Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Deli Serdang, Kota Binjai, Kabupaten Langkat, Kabupaten Dairi, Kota Medan, dan Kabupaten Aceh Tenggara. Nama suku ini dijadikan salah satu nama kabupaten di salah satu wilayah yang mereka diami (dataran tinggi Karo) yaitu Kabupaten Karo. Suku ini memiliki bahasa sendiri yang disebut Bahasa Karo. Suku Karo mempunyai sebutan sendiri untuk orang Batak yaitu Kalak Teba umumnya untuk Batak Tapanuli. Pakaian adat suku Karo didominasi dengan warna merah serta hitam dan penuh dengan perhiasan emas.
This entry was posted in Berita and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Gubernur Sumsel Bernyanyi Lagu Batak pada Acara Karo

  1. Itulah makanya sudah saatnya Karo menenrangkan identitasnya sesungguhnya, jangan mau dibayang-bayangi, sehingga orang luar pun paham mana Karo mana Batak. Jadi, Batak Karo merupakan pengkeliruan dan kesalahan besar yang diterima dengan pasrah oleh orang Karo dari orang non-Karo yang sama sekali tidak memahami kekaroan itu. KBB harus terus digaungkan, agar Karo dapat segera terlepas dari bayang-bayang Batak. Mejuah-juah.

  2. Apo dio jingok-jingok, tambah cuko pem-pek nyo kato wong Palembang, tuh laporin aja ke Kapolres kota Palembang, Yth. Kombes Sabaruddin Ginting, biar ditangkap penyusupnya, he.. he

  3. MUG says:

    Politik Pembatakan bukanlah politik pemersatu tapi bikin tak nyaman bagi orang Karo sendiri dan juga bagi gubernur yang ditipu disiang bolong, mengelabui mata sang gubernur.
    Kasihan juga pak gubernur bisa dikutak-katikkan begitu. Jelas karena kurang pengetahuan tentang kultur/budaya etnis-etnis Indonesia. Apakah pemimpin tingkat gubernur belum sampai pengetahuannya ketingkat ini?
    Ayo pemimpin Indonesia, tingkatkan lah pengetahuan kalian soal PERBEDAAN KULTUR–BUDAYA RAKYAT NEGERIMU. Pelajarilah BHINEKA TUNGGAL IKA, jangan hanya dibikin sebagai simbol atau jargon saja seperti masa Orla atau Orba. Dimana Bhineka Tunggal Ika nya kalau sebagai gubernur tak mengerti bedanya antara Karo dan Batak? Atau antara orang Palembang dan Batak dan Karo?
    Abad 21 adalah abad perbeaan. Pelajari perbedaan sebagai KEKUATAN NATION.
    MUG

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s