Menggali Hubungan Orang India dengan Suku Karo

Ada beberapa tulisan mengenai gelombang sejarah kedatangan orang Tamil ke Deli Serdang. Tulisan mengenai kedatangan tersebut dimulai oleh datangnya bangsa India ke Deli Serdang sebenarnya sudah terjadi. Menurut sejarah, ekspansi Raja Iskandar Zulkarnain dari Masedonia ke India pada tahun 334-326 SM, mengakibatkan bangsa India cerai-berai dan banyak yang melarikan diri karena ketakutan. Penduduk di daerah sungai Indus lari ke bagian selatan India, dan banyak yang terus lari ke Nikobar, Andaman, dan pulau Sumatera.

Pada dadasrnya keterangan tersebut tidak menjelaskan mengenai bangsa India beretnik Tamil. Namun yang pasti kedatangan mereka ke ke pulau Sumatera banyak mempengaruhi budaya setempat seperti adat-istiadat, religi, bahasa, dan kesenian. Dari keterangan tersebut di atas dapat diduga bahwa kedatangan bangsa India dan masuknya agama yang mereka anut yaitu Hindu di Sumatera Timur sudah terjadi pada abad keempat Sebelum Masehi.

Sejarah mengenai kedatangan orang Tamil ke Deli Serdang dapat dipastikan pada abad pertama M. Keterangan tersebut didapati dari buku tua yang berjudul Manimegelei karangan pujangga Sitenar yang aslinya terbit pada abad pertama Masehi dan sangat populer di India. Dalam buku tersebut disebutkan bahwa orang-orang India beretnik Tamil bersama rombongannya di sebuah kampung yang bernama Haru (sekarang menjadi Karo).

Gelombang berikutnya mengenai kedatangan orang Tamil yaitu pada abad ke-14 adalah ketika seorang resi bernama Megit dari kaum Brahmana tersebut datang dari India dengan mengharungi laut menggunakan perahu layar dan mendarat di pantai Sumatera Timur atau Pantai Barat Sumatera Utara dan masuk ke pedalaman di Talun Kaban (sekarang Kabanjahe Kabupaten Karo).

Resi Megit Brahmana mengembangkan agama Hindu ajaran Maharesi Brgu Sekte Siwa. Kemudian Resi Brahmana mengawini seorang gadis dari penduduk setempat Bru Purba. Dari perkawinan tersebut mereka mendapat tiga orang anak. Yang laki-laki bernama Si Mecu dan Si Mbaru, yang perempuan bernama Si Mbulan. Ketiga anak mereka inilah keturunan merga Sembiring Brahmana di Tanah Karo.

Sumber : Makalah Dr. Muhammad Takari bin Jilin Syahrial tentang “MENGENAL BUDAYA MASYARAKAT TAMIL DI KOTA MEDAN”

About karobukanbatak

Suku Karo adalah suku asli yang mendiami Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Deli Serdang, Kota Binjai, Kabupaten Langkat, Kabupaten Dairi, Kota Medan, dan Kabupaten Aceh Tenggara. Nama suku ini dijadikan salah satu nama kabupaten di salah satu wilayah yang mereka diami (dataran tinggi Karo) yaitu Kabupaten Karo. Suku ini memiliki bahasa sendiri yang disebut Bahasa Karo. Suku Karo mempunyai sebutan sendiri untuk orang Batak yaitu Kalak Teba umumnya untuk Batak Tapanuli. Pakaian adat suku Karo didominasi dengan warna merah serta hitam dan penuh dengan perhiasan emas.
This entry was posted in Sejarah and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s