Aksara Batak Ternyata Berasal dari Luar Batak

Di seluruh dunia hanya terdapat dua tempat yang menemukan aksara, yaitu Mesir dan Cina. Semua aksara yang dikenal saat ini di dunia merupakan turunan Mesir atau Cina. Aksara India termasuk kelompok Mesir, sementara aksara Batak termasuk kelompok India.

Seperti yang ditulis oleh Dr. Uli Kozok dilamaan fans page facebooknya, menuliskan bahwa semua aksara Nusantara (kecuali Jawi dan Latin) merupakan aksara yang berasal dari India. Namun menurutnya, setelah tiba di Nusantara, terdapat perkembangan yang menarik: Kesejajaran huruf /da/ dan /ja/ hanya ada di Nusantara, tidak di India.

Pada pembagian besar aksara Nusantara bentuk huruf /da/ dan /ja/ pada hakikatnya sama. Adapun yang membedakan kedua huruf hanya sebuah garis horisonal yang ditambah pada aksara /ja/.

Apa implikasi untuk sejarah aksara Batak? Bahwa menurut Uli Kozok terdapat 3 kesimpulan utama, yaitu:

1. Semua aksara Nusantara (Indonesia dan Filipina) memiliki asal usul yang sama,
2. Aksara Batak bukan diciptakan di Tanah Batak melainkan berasal dari luar,
3. Berdasarkan pengetahuan kita mengenai sejarah Sumatra, sepertinya tempat asal aksara Batak terdapat di kawasan Sumsel, Bengkulu, Jambi, dan barangkali juga Minangkabau.

Dari tulisan Uli Kozok terkait asal-usul aksara tersebut, pengamat sejarah Karo, Edi Sembiring yang selama kurun beberapa tahun terakhir telah mendirikan blog Karo Siadi menambahkan, bahwa Van der Tuuk lah yang menuliskan buku tentang Aksara Batak tapi hanya pada : Mandailing, Toba dan Dairi. Mengapa tak Karo dan Simalungun termasuk? Kalau hanya karena jarak bisa dimaklumi hingga tak mampu ditempuhnya.

Edi Sembiring menambahkan bahwa hal yang tak dapat diterima bila dinamakan aksara Batak apabila para peneliti kala itu harus memaksakan menamakannya. Menurutnya pilihan nama Batak adalah kesesatan.

“Uli Kozok pun mengakui yang tertua pengguna aksara ini adalah Mandailing. Bisa saja pengetahuan ini berasal dari Minangkabau. Bisa pula diberi nama aksara Mandailing” tulis Edi Sembiring

Edi juga mengatakan bahwa aksara dapat dipelajari oleh suku apapun yang berbeda bahasa seperti aksara latin yang digunakan saat ini oleh banyak negara, oleh banyak bahasa. Bukan karena 5 suku beraksara sama maka dikatakan serumpun.

“Kepentingan pengetahuan menggunakan aksara kala itu pun terbatas. Jadi aksara bukan sepenuhnya menentukan identitas. Toh aksara pun itu ternyata produk import” tandasnya.

Refrensi:
1. Jamburta Merga Silima
2. Fans Page Facebook Uli Kozok

About karobukanbatak

Suku Karo adalah suku asli yang mendiami Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Deli Serdang, Kota Binjai, Kabupaten Langkat, Kabupaten Dairi, Kota Medan, dan Kabupaten Aceh Tenggara. Nama suku ini dijadikan salah satu nama kabupaten di salah satu wilayah yang mereka diami (dataran tinggi Karo) yaitu Kabupaten Karo. Suku ini memiliki bahasa sendiri yang disebut Bahasa Karo. Suku Karo mempunyai sebutan sendiri untuk orang Batak yaitu Kalak Teba umumnya untuk Batak Tapanuli. Pakaian adat suku Karo didominasi dengan warna merah serta hitam dan penuh dengan perhiasan emas.
This entry was posted in Opini and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s